Iori Touma-san bangunlah" Riku mengguncang kecil tubuh mereka
Hari sudah pagi, ini saat nya mereka bergerak
Tak butuh waktu lama Touma dan Iori membuka matanya dan bersiap
"Kalian siap?" tanya Touma serius, mereka saling menatap dan mengangguk yakin
"Yosh ikou minna" Iori segera beranjak begitu pula yang lainnya.
Mereka segera keluar dengan mengendap endap dan mewaspadai lingkungan sekitar
“Tunggu’ ujar Touma pelan melihat segerombolan siswa yang sudah terinfeksi di depan
“Kita memutar?’ tanya Iori
“Kurasa itu lebih baik” ujar Haruka
“Ah aku tau jalan pintas untuk keluar” ujar Tamaki menyahuti
“Kau tau banyak Tamaki” ujar Riku kagum
“Ehem tentu saja, itu untuk berjaga jika aku ingin keluar membeli pudding”
“Ingatkan aku untuk mencatat kebiasaan membolosmu Yotsuba-san” ujar Iori
“Ah bertindak sebagai sie kedisplinan sekarang?’ ujar Haruka tak percaya
“Minna sebaiknya kita bergegas” ujar Touma mengintrupsi menahan kesal
“Ikou, kearah sini” ujar Tamaki menuju kebelakang sekolah
“Uwah jadi benar ada jalan disini” gumam Riku
Mereka saling mmebantu untuk memanjat pagar, “Bagaimana situasi di seberang?’ tanya Iori pada Touma yang lebih dulu memanjat
“Aman. .sebaiknya kita bergegas” ujar Touma
Haruka yan memanjat selanjutnya dengan bantuan Tamaki sebagai pijakan dan Touma yang membantu turun, selanjutnya adalah Riku dengan cara yang sama, diikuti Iori dan yang terakhir Tamaki.
Mereka berhasil keluar sekolah dengan aman “Aku lapar” gumam Tamaki
“Untuk sekarang aku tidak bisa menceramahimu Yotsuba-san, kurasa kita memang memerlukannya”
“Kita bisa mencari persediaan saat perjalanan nanti” ujar Riku memberi usul
Mereka mengangguk dan berjalan dengan cepat mengikuti rute dari Mitsuki
Jalanan benar2 sepi dan tak ada seorangpun, banyak kekacauan dimana mana,”Dimana mereka?’ tanya Touma khawatir
“Bukankah aneh jika terlalu sepi” gumam Riku
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dan raungan dari sekitar mereka
“Mereka menjebak kita?’ tanya Iori tak percaya
“Minna bersiaplah” ujar Tamaki, mereka melingkar dan saling melindungi satu sama lain
“Kita lari, hindari mereka sebisa mungkin” ujar Haruka,
Iori mengamati pergerakan mereka sambil berlari, “Mereka lambat” gumam Iori menganalisis, ia mencoba menyerangnya sekali dan menembakkan satu anak panahnya
“Iorin apa yang kau lakukan” tanya Tamaki tak percaya
“Hanya mencoba sesuatu”
Iori mengamati pergerakan mereka yang tak berpengaruh dengan luka yang barusan ia berikan,
”Jadi mereka tidak merasakan rasa sakit” ujarnya pelan, beberapa waktu kemudian mereka berhasil lolos dari kejaran zombie
“Kurasa kita bisa bersembunyi disana dan mengambil persediaan” tunjuk Riku pada supermarket di depan yang terbengkalai
KAMU SEDANG MEMBACA
ID7 Fanfic-Zero [End]
Fanfiction[Follow yukk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Jadi ini bisa dibilang lanjutan dari cerita The Way of Song, masih dalam universe yang sama wkwkwk. Idolish7 yang meraya...
![ID7 Fanfic-Zero [End]](https://img.wattpad.com/cover/227966528-64-k51058.jpg)