Chapter 21

1.5K 147 120
                                        

“Nagicchi.. jangan memberi ku soal sulit saat beajar nanti’ ujar Tamaki berusaha membujuknya ditengah kegiatan makan malam mereka.

Nagi tersentak dari lamunannya dan menatap Tamaki bingung karena tidak mendengar apa yang dia tanyakan,

“Kau banyak melamun hari ini Nagi” tegur Mitsuki,

“Oh dan kenapa belanjaan kalian berantakan tadi” omel Misuki menatap kedua tersangka tajam

“Ah eto tenanglah Mitsuki” bujuk Nagi mulai ketakutan, “Kami buru buru kembali ke dorm, tanpa sadar kantung plastiknya robek” ujar Yamato berusaha menjelaskan

“Benarkah?’ tanyanya masih curiga, membuat keduanya mengangguk semangat agar Mitsuki percaya.

“Sudahlah Mitsuki belanjaannya masih aman bukan” bujuk Riku merasa kasihan dengan Nagi dan Yamato

“Hahh baiklah” Mitsuki mengalah dan memutuskan untuk mempercayai mereka

……..

“Ano minna” ujar Sougo berusaha meminta perhatiannya sejenak saat semuanya sedang berkumpul di ruang tengah.

Seketika semuanya menatap Sougo menunggu apa yang ingin ia sampaikan,

“Seperti Nagi-kun yang mengkhawatirkan keamanan kita semua aku juga ingin melakukan sesuatu untuk kalian” ujar Sougo sedikit gugup, semuanya diam berusaha memberi Sougo ruang untuk bicara. Sangat jarang melihatnya melakukan sesuatu atas inisiatifnya sendiri

Sougo menyodorkan sebuah kotak di meja, “Aku sempat mengenal pembuatnya saat dirumah dulu, ia pernah bekerjasama dengan perusahaan ayahku” ujar Sougo mulai menjelaskan

Mitsuki mewakili dan membuka kotaknya, “Ini… sangat bagus” dilihatnya merasa kagum dengan ketujuh gelang dalam kotak itu.

“Gelang itu sudah dimodifikasi, perancangnya telah memasukkan chip pelacak didalamnya” ujar Sougo menjelaskan membuat semuanya terkagum

“Aku benar-benar merasa marah dan putus asa karena datang terlambat, saat kejadian sebelumnya dimana Riku-kun diculik" ujar Sougo sedih mengingat masa lalu, semuanya terkesiap mengingat kejadian itu

Riku yang berada disampingnya mengusap lembut tangan Sougo, “Terimakasih, tapi aku tidak mau kau terus-terusan merasa bersalah Sougo-san” ujarnya tersenyum lembut. Sougo ikut tersenyum dan mengangguk

“Aku tahu.. tapi melihat situasi belakangan ini, kejadian itu teringat lagi. Dan entah kenapa aku sangat mengkhawatirkanmu Riku-kun” ujar Sougo menatapnya.

Baik Yamato, Nagi, dan Iori yang tahu lebih banyak mereka sedikit tersentak dalam duduknya

“Ah aku tidak ada maksud apa pun,kurasa ini ketakutan berlebihan ku sejak kejadian itu. Tapi aku tidak mau menyesal lagi. Dan tentu saja aku tidak ingin siapapun diantara kita ada yang terluka” ujar Sougo tersenyum simpul

“Kami mengerti maksudmu Sou” ujar Yamato menenangkannya

“Meski kita tidak diperkenankan pergi sendiri, tapi aku tetap ingin memberikannya untuk berjaga-jaga. Sehingga kita bisa saling mengawasi satu sama lain. Dan..” ujar Sougo sedikit gugup karena mengutarakan perasaaannya

“Kita bisa saling melindungi satu sama lain” sambung Tamaki tersenyum, “Itu kan maksudmu Sou-chan” imbunya

Sougo mengangguk menyetujuinya, “Arigatou Sou/Sou-chan/Sougo-san/Osaka-san” ujar mereka sangat berterimakasih dengan pemberiannya

“So cool, aku tampak keren memakainya” ujar Nagi memamerkan tangannya,

“Ie punyaku jauh lebih keren Nagichhi” ujar Tamaki tak mau kalah

ID7 Fanfic-Zero [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang