Ketika pengusaha sukses di Korea mengadakan pesta, tentu saja tamu undangannya juga bukan sembarang orang. Apalagi pesta itu di adakan untuk ulang tahun kedua anak kembarnya.
2 tahun yang lalu, pesta diadakan di sebuah resort mewah di pulau Jaeju. Tahun kemarin malah diadakan di Prancis. Tapi karena 2 tahun berturut-turut Arion tidak bisa ikut karena harus kuliah. Tahun ini pesta di adakan di Korea dan Arion wajib datang.
Arion sendiri tidak bisa menghindar dari pesta itu, bukan hanya karena itu merupakan pesta ulang tahun sang pacar, tapi juga karena si calon ayah mertua yang kesal karena Yong Ji tak terlihat bahagia di hari ulang tahunnya.
Untuk hadiah, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bukan tas mewah, atau perhiasan mewah yang di inginkan sang pacar. 2 tahun yang lalu, Yong Ji memintanya memasakkan sate Padang, tahun kemarin soto Padang. Tapi kali ini, Yong Ji memintanya membuatkan somay. Jadilah, pagi hari sebelum pesta di mulai, Arion sibuk memasak di dapur kantin kampusnya.
"Kenapa mesti dari kacang utuh?, toh kau harus repot menggoreng dan menggiling nya dulu, kan ada pasta kacang, tinggal di campur dan prosesnya nggak memakan waktu."
"......." Arion berusaha mengabaikan komentar itu. Pria yang memberi komentar itu sekarang sedang asyik makan kacang yang tadi barusan di goreng ia goreng.
"Dan kita juga punya blender di sini. Sia-sia kemajuan teknologi kalau masih pakai cara manual." Sambung Leo ikut berkomentar.
Arion mengambil mangkuk kacang yang di pegang Yi Bo, ia lantas memasukkan beberapa sendok ke penggilingan yang terbuat dari batu yang di kirim khusus oleh mamanya dari Indonesia.
Leo dan Yi Bo memperhatikan itu dengan pandangan takjub. Bertanya dalam hati bagaimana dan di mana anak laki-laki di depan mereka itu belajar memasak. Sungguh telaten sekali.
"Yong Ji kecil kita.....selera makannya lumayan mahal ya. Biaya pengiriman kacang, dan penggilingan itu saja sudah cukup untuk membeli makanan mahal di sini. Belum lagi....kan mungkin saja kita juga bisa menemukan kacang tanahnya dari Korea, kenapa harus dari Indonesia?."
"Dua tahun yang lalu juga, kau tau betapa susahnya mencari daun pisang. Dan juga semua bumbu rempah yang koki kecil kita pakai hampir sulit di dapatkan di Korea."
"......" Arion kembali tak menjawab, bukan karena malas menanggapi, tapi dia sendiri tidak tau alasannya.
Arion sendiri bingung kenapa Yong Ji setiap ulang tahun selalu menginginkan makanan khas Indonesia. Juga semua bahan dan alat yang di gunakan harus dari Indonesia. Jadilah, Arion meminta mamanya mengirimkan perlengkapan memasak, bahan-bahan makanan serta video tutorial memasak. Tiap malam sebelum hari H, Arion sudah menonton video tutorial memasak dan hapal semuanya, jadi ketika waktunya tiba, ia tak harus membuka video itu lagi dan mulai memasak bak koki profesional.
Ia memasukkan pasta kacang buatannya ke dalam panci, lalu mencampurkannya dengan air dan irisan gula merah, dan bumbu yang lainnya. Selesai mencicipi dan terasa enak, Arion menyunggingkan senyum dan hal itu membuat duo di depannya ingin ikutan mencicipi.
Untung saja Arion membuat agak banyak, jadi ketika si duo berisik itu minta jatah, Arion langsung menyiapkan somay buatannya untuk mereka makan. Sama seperti tahun-tahun berikutnya. Mereka sudah jadi tukang cicip profesional.
"Hmm..... penampilannya.....oke." Yi Bo kembali berkomentar, kali ini ia bertingkah bak juri master chief. "Tapi, tadi kau menggoreng klempang udang dan rasanya enak, kenapa tidak masuk ke dalam piring cantik ini?. Jadi nilainya kita kurangi 5, dan klempang ini ku sita hahahaha."
"......"🙄
"Tapi ini apa ya?, Kok pahit."
Arion menutup mulutnya, bertahan untuk tidak tertawa. Tentu saja pahit, itukan pare, dasar bodoh!.
KAMU SEDANG MEMBACA
(END) Love Lock
RomanceCinta itu datang tanpa kita sadari. Tidak tau kapan, dimana dan bagaimana. Tidak juga memandang usia. Mau kamu orang dewasa atau hanya anak kecil berusia 10 tahun, seperti ku. -Jung Yong Ji, 10 tahun, Seoul Korea Selatan- Oke. Ini mungkin terdengar...
