62. Nobody's perfect

809 185 13
                                        

Sudah 1 minggu ini Yong Ji merasa mual terutama di pagi hari dan ketika mencium bau makanan. Ia sendiri mengecek jadwal menstruasinya yang sudah terlambat 2 minggu, dan setelah siang ini membeli testpack di apotik, ternyata muncul garis dua.

Yong Ji tidak mau terlalu senang, meski ia juga berharap benar-benar hamil. Ia langsung kembali ke Rumah Sakit dan pergi ke bagian Ginekologi. Tak lama berselang, senyum mengembang di sudut bibirnya, melihat hasil USG yang menyatakan ada janin yang berkembang di rahimnya.

Kabar gembira ini tentu bukan hanya di nantikan oleh Arion tapi juga oleh seluruh keluarga. Tapi mengingat Arion yang sedang sangat sibuk mengurusi sebuah kasus akhir-akhir ini. Yong Ji memilih untuk menunda memberitahu kabar gembira tersebut.

"Lagi pula dokter bilang janinnya baru berusia 4 minggu, akan lebih baik kalau kabar ini di beritahu sebulan lagi, karena waktu itu bisa memastikan janinnya berkembang atau tidak. Lebih baik aku kembali bekerja saja seperti biasa." Putus Yong Ji.

Sayangnya keputusan yang ia ambil itu tak sesuai harapan. Kabar bahagia itu sudah sampai ke telinga Arion ketika Yong Ji keluar dari ruang Ginekologi. Dokter yang memeriksa Yong Ji lah yang membocorkan kabar itu pada Arion. Karena dulu, waktu cek kesehatan sebelum menikah, Arion pernah berpesan pada semua dokter di bagian ginekologi, jika soal Yong Ji datang ke sana, mereka harus langsung mengabarinya, lantas memberikan nomor ponselnya.

Malam itu ketika tiba di rumah. Yong Ji benar-benar terkejut mendapati seluruh keluarga sudah berkumpul dan memberi selamat padanya.

Ayah Yong Ji dan papanya Arion bahkan sudah asyik berdiskusi soal nama anak dan bahkan sudah mem booking beberapa toko baju ternama, untuk membeli pakaian cucu pertama mereka.

Min Ji tiba keesokan harinya, datang tengah malam tepatnya dan sangat gembira karena Yong Ji yang duluan hamil.

"Aku akan melihat mu melahirkan lebih dulu, kalau ternyata sangat sakit, aku akan menunda kehamilan ku sampai rasa takut itu hilang."

Yong Ji tersenyum mendengar hal itu. "Itu berarti kau harus menunggu 8 bulan lagi, kan masih lama. Apa kabar ini belum di dengar oleh keluarga Dafa Oppa?"

Min Ji menggaruk pipinya yang tidak gatal. Ayahnya Dafa Oppa sama hebohnya dengan dua bos besar di rumah ini. Aku rasa besok mereka akan tiba di sini. Ibu bilang kita akan mengadakan pesta selamatan karena kau telah hamil. Meski cuma makan-makan, tapi semua orang yang kita kenal dekat sudah di beritahu. Tapi ngomong-ngomong...kenapa cuman ada satu? Aku pikir akan kembar."

Pertanyaan itu membuat Yong Ji menatap foto USG yang masih ia pegang. "Awalnya aku juga berpikir begitu, mengingat kita punya riwayat keturunan kembar. Tapi tidak masalah, yang penting janin ini sehat." Jelas Yong Ji.

Arion datang di antara saudara kembar itu bersama Dafa. Ia sudah puas meledek Dafa yang ternyata memiliki kesepakatan bersama Min Ji untuk menunda kehamilan.

Sayangnya senyum dan tawa bahagia itu hanya berlangsung 2 bulan, karena dua bulan setelah ini, di pagi hari Yong Ji perdarahan.

Yong Ji merenung menatap ke arah luar jendela. Kebahagiaan yang ia nikmati selama 2 bulan ini sirna, berganti kesedihan mendalam. Ia sungguh tak menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri. Benci menganggap dirinya sok kuat padahal fisiknya lemah. Tanpa sadar air mata kembali mengalir di pipinya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau akan kehilangan calon anaknya begitu cepat dan tanpa sebab.

Di sisi lain, tepat nya di depan makam calon anak mereka. Arion duduk, menangis menyalahkan dirinya sendiri. Terlalu percaya diri bahwa kehidupan si kecil itu akan bertahan sampai benar-benar hidup di dunia.

"Ma'afkan ayah, nak! Ayah terlalu egois, ayah terlalu bodoh berpikir bahwa kamu cukup kuat berada di dalam perut ibumu. Ma'afkan ayah yang masih kurang perhatian padamu. Tolong segeralah datang kembali, izinkan ayah menebus kesalahan fatal ayah ini."

(END) Love LockTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang