15. Jomblo Harap Menjauh

2.3K 364 16
                                        

Siapa yang bisa lupa sama kakak super baik yang satu ini. Apalagi sekarang dia udah terlihat lebih dewasa, berwajah tampan (tapi baby face) dan bertubuh tinggi, Aciel.

Arion tentu saja tidak akan salah mengenali kakak terfavorit nya itu. Tapi ini di Korea, bagaimana bisa Aciel nyasar ke Negara Ginseng ini.

Begitu menyadari keberadaan Arion, Aciel tersenyum manis dan menghampirinya. "Kejutaaan." Sapa nya ramah dan Arion tentu saja langsung memeluk Aciel dengan antusias.

"Akhirnya bisa ketemu juga." Ucap Aciel sembari mengelus kepala Arion.

"Gimana kak Ciel bisa ke sini?, Kapan dan di mana kak Luciel dan Azriel, apa mereka juga ikut?. Apa kakak lagi liburan?, Atau lagi ada kegiatan sekolah?, Kenapa nggak ngasih tau Rion?. Kan 3 hari yang lalu Arion telpon kakak bilang lagi sibuk sama olimpiade matematika di Jepang.

Dafa melongo, jarang sekali melihat Arion seantusias ini jika bertemu seseorang. Apalagi jika hanya bertemu dengan nya di waktu liburan semester, atau ketika mengobrol dengannya di telpon, sifat tenang bak orang tua lah yang selalu Arion tunjukan. Reaksi macam apa itu, cih!.

Aciel menyadari ketidaksukaan di wajah Dafa, ia lantas juga mengelus kepala Dafa, dan anak laki-laki itu pun tersenyum.

"Aku, kak Ciel, kak Azriel, kal Luci, papa kamu dan papa ku berangkat bareng kok. Cuman kak Ciel langsung nginap di hotel, soalnya dia magang di perusahaan papa kamu." Jelas Dafa.

"Sejak kapan kakak magang?. Bukannya kakak nggak tertarik dengan berlian?." Tanya Arion, heran.

"Oh. Dia tertarik ama anaknya pemilik perusahaan berlian itu kok."

"....."

"....."

"....."

Arion menoleh dan mendapati Luciel dan Azriel berada di belakangnya tersenyum penuh arti. Keduanya lantas memeluk Arion secara bergantian, melepas kangen yang tertunda bertahun-tahun.

"Masih mau main di sini atau udah mau pindah ke tempat lain?. Kakak pengen main ke museum beruang." Tanya Aciel mengalihkan topik.

Arion yang tadi ingin membahas tentang maksud perkataan Luciel, melupakan niatnya itu. Ia lantas mengajak Aciel segera pergi menuju museum beruang.

"Sebenarnya kalian tadi ngomong apa?. Tolong bicaralah bahasa Korea atau setidaknya bahasa Inggris agar kami tidak hanya jadi penonton bodoh."

Celetukan dari Min Ji membuat Dafa tertawa.

"Intinya, seseorang sedang melakukan pendekatan pada calon kakak ipar. Nah lupakan hal itu, ayo susul mereka!." Ajak Dafa sembari menggenggam tangan Min Ji.

"Mau kakak bantuin beres-beres?." Tawar Luciel yang di tinggalkan bersama Yong Ji.

Yong Ji tersenyum dan menunjuk ke arah Azriel yang malah asyik makan bersama bodyguard nya Yong Ji.

Dasar tukang makan!. "Woi, beresin ya, kita duluan." Luciel menyuruh kembarannya itu membereskan bekal mereka, sementara dia mengajak Yong Ji menyusul yang lain pergi menuju museum beruang.

🌺🌺

"....." Bukankah tadi kita mau ke museum beruang??

" Bukankah tadi kita mau ke museum beruang??

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(END) Love LockTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang