Tiba-tiba dia kembali. Mendekat, mengganggu, lalu menetap.
Mengenai dua penguasa SMA Glorisius. Xavior dengan predikat cowok ternakal di sekolah dan pemimpin geng ternama dan Avril si gadis panutan dengan status tertinggi dalam hierarki sosial.
Sen...
"Lo masih nanya?! Bersihin ini! Pasti permen karet lo kan?!" tuduh Bebi dengan nada tingginya. "Ih jijik bangettt," rengek Bebi sangat terganggu dengan permen karet itu.
"Ngaco. Lo kata gue tukang cuci gosok," balas Ricky kembali fokus dengan game-nya.
"Gue udah bilang jangan makan permen karet di meja gue, buangnya sembarangan lagi! Ini rok gue lengket. Tanggung jawab!"
"Lah? Dih? Gue? Gue aja daritadi main game di sini," bantah Ricky sambil menunjuk ponselnya. "Cek aja CCTV sono!"
"Ihhh terus permen karet siapa ini?!" kesal Bebi. "Ricky tanggung jawab lah! Biasanya kan lo!" Kedua mata gadis itu sudah berkaca-kaca sangking kesalnya.
"Duhhh Beb, astaga ni cewek, bukan gue loh yang ngelepeh disitu," pusing Ricky sembari mengacak rambutnya.
"Tapi kan biasanya elo!" seru Bebi. "Bersihin Riba!!!" rengek Bebi.
"Ada apa sih?" tanya Gerald yang baru masuk kelas sambil menepuk pundak Xavior.
Xavior mengedikkan bahunya, malas menjelaskan. "Nontonin aja terus."
"Keburu gak gue beli popcorn dulu ke bawah?" tanya Gerald.