Kamu Penting, Tapi Hatiku Jauh Lebih Penting

135 14 7
                                        

Memang berpura-pura itu menyakitkan. Tapi ini adalah cara hebat menutup luka, cara hebat menjadi orang yang kuat.

•HukumCoulomb•

Ragil Akbar Pratama ( Angga Aldi Yunanda )

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ragil Akbar Pratama ( Angga Aldi Yunanda )






Icha semakin maju, dan tepat di depannya dia melihat panggung yang di atasnya menampilkan seorang Ragil, pacar yang dia rindukan.

Pria itu sedang bernyanyi sambil memainkan gitar.  Penampilannya juga tampan, Icha sampai terpana melihatnya. Pria itu mengenakan kemeja biru tua dengan dua kancing atasnya terbuka. Satu hal yang ingin Icha ucap, senada dengan gaunnya.

"Nanti mau poto ah, biar dikira couple-an." monolognya.

Icha menghayati lagunya, dia hanya berdiam di tempat. Dan menurutnya ini tempat yang strategis untuk Ragil bisa langsung melihat keberadaannya.

Tapi, kenapa Ragil belum juga menghadap ke depan? Pria itu hanya melihat ke arah kirinya saja.

Icha mencoba melihat arah yang di lihat oleh Ragil. "Oh di situ tempat jurinya, pantas aja." gumam Icha pelan.

Setelah Ragil menyelesaikan lagunya, semua orang memberi tepuk tangan yang sangat meriah, termasuk Icha yang sangat antusiasnya.

"Sebenarnya lagu ini terinspirasi dari orang yang saat ini ada di hati saya." ucap Ragil dengan nada merdunya.

Mata Icha kini berbinar, dia menunggu Ragil mengucapkan namanya. Ah, betapa senangnya.

Icha mencoba maju lagi untuk lebih jelas melihat Ragil, dan agar Ragil pun bisa melihatnya. Tapi, ah. Semua orang ternyata juga sangat antusias, ini membuat Icha akhirnya tertutupi dan berada di belakang.

"Saya minta izin kepada dewan juri karena saya ingin memanggil orang itu untuk berdiri di sebelah saya. Apakah boleh?" tanya Ragil.

Dewan juri pun mengiyakan permintaan Ragil. Lagian acara ini juga dibuat oleh osis, yang mana Ragil adalah ketuanya.

"Kak Ragil tahu kalau gue di sini? Tahu kalau gue udah pulang?" batin Icha.

Icha tersenyum menampilkan sederat gigi putihnya. Memegang kedua tangannya yang dingin, dia sangat nervous. Dan juga dia bersiap-siap untuk maju.

"Orang itu adalah Dea, pacar saya."

Deg.

Ini apa? Situasi seperti apa ini? Kenapa rasanya sakit sekali? Seperti ada hantaman keras yang menusuk hatinya.

Sungguh sakit rasanya menaruh harapan, dan hasilnya jauh dari perkiraan. Ketika kita sudah sangat percaya diri, ketika itu juga kita seperti jatuh dari ketinggian.

Hukum Coulomb [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang