Natasya Almira, si gadis halu yang memiliki banyak mantan. Playgirl, tepatnya. Dia memilih masuk ke kampus sang artis idamannya. Ragil Akbar Pratama, si pria playboy.
Bagaimana kisah mereka? Kisah gadis yang selalu mengejar seorang pria, dan kisah...
Semakin sabar seseorang, maka semakin banyak godaannya.
•HukumCoulomb•
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Natasya Almira ( Rebecca Klopper )
"Lampiaskan Ca, gue tim lo!" sorak Tiara.
Dengan santai Icha menyoret wajah Dea. Tidak banyak, cuma membuat garis dikumis saja. Hal ini membuat Tiara dan Syifa tidak senang, karena Icha tidak menyoret abis wajah Dea. Tapi, hal inilah yang berhasil membuat mereka tertawa. Dea sekarang sangat mengenaskan.
"Puas lo!" bentak Dea melihat senyum licik Icha.
"Banget."
"Sini, giliran gue."
Tiara dan Syifa secara bergantian menyoret wajah Dea. Mereka memang benar-benar membuat wajah Dea penuh dengan lipstick. Ini ciri-ciri orang yang dimulut dan dihati sama. Bukan dimulut lain, eh dihati lain. Itu namanya munafik, bukan?
Terlihat raut kesal diwajah Dea, tapi... walau begitu, gadis ini masih saja sempat-sempatnya bermanja pada Ragil yang ada di sampingnya. Memang manusia ular!
"Sabar Ca, jangan emosi. Lo waras, lo harus ngalah." batin Icha, dia mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Permainan masih berlanjut. Diputaran ketiga setelah kekalahan Dea, kini Icha tidak bisa menjawab. Ini membuat Dea bersorak penuh kemenangan.
"Lo sehat?" tanya Tiara pada Dea yang langsung dengan cepat mengambil lipstick untuk menyoret wajah Icha, tapi untungnya Syifa berhasil merebutnya kembali. Sepertinya, dia belum tahu seberapa ganasnya Syifa. Syifa tidak begitu keterlaluan kepada Dea karena dia masih mengingat bahwa gadis itu adik dari sahabatnya. Kalau tidak? Sikat!
Yang lainnya mencoret wajah Icha hanya sedikit, termasuk Ragil. Icha dan Ragil melakukan kontaks mata dijarak yang sangat dekat, tidak ada yang tahu arti tatapan keduanya. Tapi sayang, itu hanya sebentar. Dea langsung menarik lengan Ragil untuk menjauh.
Kini giliran Dea yang menyoret, dia tampak antusias.
"Aw," lirih Icha kuat.
"Ca, lo gak pa-pa?" Tiara dan Raka yang berada di samping Icha langsung melihat wajah Icha.
"Tangan kosong kalau berani!" bentak Icha kepada Dea.
Dea menyunggingkan bibirnya.
"Ca, merah Ca. Nih, nih liat ke kaca!" Syifa memberi Icha kaca kecil yang selalu dibawanya. Memang benar kata Tomi, tas Syifa sepertinya kantong doraemon.
Icha melihat wajahnya dikaca, dipipi kirinya tampak goresan lipstick yang membuat pipinya sedikit lecet.
Tadi memang Dea sengaja menggoresnya dengan kuat, tapi dia juga tak menyangka sampai lecet begitu. Sepertinya terkena badan lipstick, karena tadi memang lipstick-nya hanya dinaikan sedikit saja.