Kecebur

143 13 1
                                        

Mulut dan ekspresi bisa menipu, tapi mata dan hati tidak.

•HukumCoulomb•

Ragil Akbar Pratama ( Angga Aldi Yunanda )

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ragil Akbar Pratama ( Angga Aldi Yunanda )








Icha seperti tuli, dia tidak mendengar orang yang sedang memanggilnya. Sampai orang itu duduk di sebelahnya, Icha pun tetap belum sadar.

"Neneng gesrek!" teriak Tomi tepat dikuping Icha.

Teriakan itu berhasil menyadarkan Icha. Icha tersentak kaget, tiba-tiba nafasnya seakan memburu.

"Ca? Lo kenapa?" Tomi bingung dengan Icha yang tiba-tiba pucat.

Icha merogoh tasnya, dia mengambil inhaler yang tak lupa setiap hari dia bawa. Ini semakin membuat Tomi bingung. Tapi, akhirnya dia ingat kalau Icha dulu juga pernah memakainya ketika gadis ini terlihat sesak nafas.

Setelah Icha berhasil mengatur nafasnya, dia melihat Tomi dengan tatapan tidak suka.

"Mau ngapain lo ke sini?"

"Ya mau aja."

Jawaban seperti apa itu? Bagaimana orang tidak kesal dengan manusia bernama Tomi ini, apa yang diomongkannya selalu saja tidak masuk logika. Selalu saja berbicara seenaknya tanpa disaring terlebih dahulu.

"Lo ke sini mau marahin gue kan karena tadi ngejambak rambut ADEK kesayangan lo itu?" sargas Icha dengan menekankan kata adek.

"70 persen itu. Selebihnya gue mau minta maaf."

Icha masih menatap Tomi seperti tadi, tapi kali ini Icha tidak menjawab lagi perkataan Tomi.

Icha mengambil hpnya dari dalam tas, lalu dengan lincah jari-jari Icha mengetik di layar hpnya. Aksinya ini membuat Tomi yang kepo berusaha mengintip, tapi Icha menutupnya.

Setelah itu, Icha mematikan layar hpnya dan tersenyum. Bukan, tersenyumnya tidak tulus. Membuat Tomi bergidik ngeri. Ada yang tidak beres dengan senyuman itu.

"Sehat lo?"

Tepat dengan pertanyaan Tomi, kupingnya dijewer oleh orang di belakangnya secara tiba-tiba.

"Mau ngapain Icha lo, ha?"

"Eh kembarannya rumput laut, lepasin kuping gue!"

"Eh jin kesasar! Biarin aja kuping lo copot, kan katanya duit lo banyak. Beli lagi lah!" asal Tiara.

Tomi mengerjapkan matanya, dia menatap Tiara dengan kagum. Lalu dia bertepuk tangan. Baik Tiara maupun Icha bingung dengan pria ini, tampak keduanya mengerutkan dahinya.

"Ternyata ada yang lebih gak waras dari gue." ucap Tomi masih bertepuk tangan.

Merasa jeweran Tiara renggang, Tomi pun berhasil kabur.

Hukum Coulomb [ SELESAI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang