Setelah fajar, mereka kembali melanjutkan perjalananya sambil mengikuti kemana burung kecil itu menuntun mereka.
Setelah berjam-jam mereka berjalan menelusuri hutan yang lebat itu, akhirnya Sarina mendengar angin laut yang sedang menyapanya.
" aduhh! Masih lama lagi kita akan menelusuri hutan ini? Aku sudah sangat bau karena tidak mandi, dan lihat ini pakaianku seperti gembel! " kata Anita merengek
"belum lagi nyamuknya banyak, sepertinya setiap malam aku mendonorkan setengah darahku kepada nyamuk" kata Anita dengan kesal
" sedikit lagi kita akan sampai ke pantai! Bersabarlah Anita" kata Sarina membujuknya
" apa kita tidak bisa beristirahat? Kakiku sudah pegal! Belum lagi pahaku sangat gatal " kata Anita memelas
"karna kau terlalu banyak mengeluh! Dan kau terlalu cerewet hingga hewan-hewan di hutan ini tidak betah mendengar suaramu" kata Rizan masih melanjutkan perjalananya
Anita menghentak-kentakkan kakinya disaat itu tanah masih basah karena embun dan cuaca yang dingin
"aduh! " kata Anita setelah bokongnya mendarat sempurna di tanah dan lututnyapun berdarah
Rizan berbalik melihat Anita yang sudah terduduk di tanah dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Rizan bukanlah pria kasar kepada wanita ada sedikit rasa iba dirinya melihat Anita yang merasa kesakitan
"apa kau bisa berdiri?" Tanya Rizan melunak
"aku bisa sendiri! " kata Anita mencoba untuk berdiri namun kakinya sungguh sangat sakit
Rizan meletakkan Sarina didekat mereka dan membuka sepatu milik Anita untuk memeriksanya
"maafkan aku! Tidak seharusnya aku banyak mengeluh" kata Anita sambil meneteskan air matanya
"aku tidak berguna! " lanjut Anita
"sepertinya kakimu terkilir! Dan dipergelangan kakimu tampak lebam dan bengkak! Luruskan kakimu aku akan membantumu" kata Rizan sambil memegang kaki Anita dan meletakkannya di atas paha Rizan dan mengurut kaki Anita dengan kesabaran
"ternyata Wanita cerewet sepertimu bisa terluka juga! " kata Rizan bercanda
Mereka akhirnya tertawa bersama, setelah sudah mendingan mereka melanjutkan perjalanan
Rizan membantu Anita berdiri dan kemudian menggendong Sarina kembali.
"Kau bisa memegang pundakku" kata Rizan meletakkan tangan Anita di pundaknya dan kemudian Anita berjalan dengan sedikit pincang.
" sekitar 100 meter lagi kita akan keluar dari hutan ini! " kata Sarina yang mulai kegirangan
Mereka terus menelusuri hutan hingga, suara angin sudah mulai terdengar dan matahari sudah tepat diatas mereka.
"wah benar! Kita sudah keluar dari hutan" Kata Anita berjalan melewati Rizan dan berjalan kearah bibir pantai.
"sebentar lagi kau akan bebas! " kata Rizan berjalan dengan cepat dan kemudian menurunkan Sarina pada saat sudah dekat di bibir pantai
Tiba-tiba ada suara yang mengatakan
" tangkap mereka! " dan ternyata ada yang sedang mengamati mereka
"jangan biarkan mereka lolos! " kata seseorang keluar dari balik pohon
Mereka segera menangkap dan menahan Rizan, sementara Anita sedang berada dekat dengan Sarina
"Anita! Jangan biarkan duyung itu lolos" kata Santoso
Anita kebingungan apa maksud dari sang ayah, dan apa benar Sarina adalah duyung asli dan kenapa setiap Anita bertanya kepadanya apakah dia tidak bosan memakai kostum itu adalah memang nyatanya!
Sungguh kenyataan yang mengejutkan, tiba-tiba anak buah ayahnya mengelilingi mereka
" Anita! Bantu Sarina masuk kedalam air segera" pinta Bara yang berada di belakang anak buah Santoso bersama dengan Zen, Dicky dan orang tua Sarina
Dan Dicky, Zen dan Bara bertarung untuk mengalihkan perhatian agar Sarina bisa bebas kedalam laut
Dan ternyata Bara, Dicky dan Zen kalah jumlah dan mereka berhasil ditakhlukkan, sementara orang tua Sarina sedari tadi sudah ditahan oleh anak buah Santoso.
"kau putri kesayanganku bukan Anita? Berikan duyung itu kepadaku" kata Santoso membujuk Anita
Sedari tadi Anita hanya terdiam, dia masih syok akan kenyataanya.
"Anita!... Tolong bantu Sarina, laut sedang membutuhkanya" teriak Bara lagi
Akhirnya Anita tersadar, dan dia memegang tangan Sarina, kemudian
" berikan kepadaku! " bujuk Santoso dengan santai
" jangan nak, biarkan sarina kembali kelautan! " teriak mama Sarina menangis tersedu-sedu
Namun Anita, menarik tubuh Sarina mendekat kearah Santoso.
"dari mana papa tahu kalau Sarina itu adalah Duyung? " tanya Anita menyelidiki
" semua kekayaan kita adalah hasil penjualan air mata duyung itu! Jadi kembalikan duyung itu ke papa, maka kita akan semakin kaya" kata Santoso
Mendengar jawaban Santoso, Anita mengurungkan niatnya dan menarik tubuh Sarina masuk kedalam air. Dan itu sama sekali tidak di duga oleh Santoso
Saat sudah di dalam air Sarina segera masuk kedalam laut dan segera menghilang
"dasar kau anak tidak tahu di untung! Kau melepaskan mata pencarianku " murka Santoso memarahi Anita
" aku tidak membutuhkan harta yang berlimpah pah, Aku hanya mau papa selalu ada buat aku, peduli sama aku! Tapi nyatanya papa malah sebaliknya" murka Anita
"pilihanku adalah yang terbaik, setiap makhluk hidup layak kembali kealam habitatnya" kata Anita dengan emosi yang meluap-luap matanya sudah berkaca-kaca
" tapi ini semua demi kebaikan kita bersama! " kata Santoso
" demi kita? Papa terlalu ego dengan membuat makhluk hidup lain menderita! " kata Anita sambil menangis
"aku kecewa dengan papa! " kata Anita sambil berjalan dengan pincang meninggalkan mereka
Pengawal Santoso melepaskan Rizan, Zen, Dicky dan semuanya, kemudian Rizan berlari mengejar Anita dan membatu wanita itu berjalan.
"terima kasih, maafkan aku! Karena terlalu kasar kepadamu" kata Rizan menggendong Anita
"aku sudah biasa, santai saja! " kata Anita mencoba baik-baik saja
"apa kau baik-baik saja? Aku baru melihat kau berbeda tadi! " kata Rizan
Santoso terduduk dan berlutut di tempatnya, sembari menyesali segala perbuatanya hingga putri semata wayangnya sangat kecewa kepada dirinya
"baguslah dia selamat! " kata Dicky sambil memandang kearah laut dengan perasaan lega. Zen juga melihat kearah yang sama
" syukurlah putri kita sudah kembali kelaut! " kata sang mama memeluk keluarga kecilnya dengan rasa syukur. Dan mereka kembali ke rumah masing-masing, tetapi tidak dengan Bara. Putra duyung itu setelah melihat semuanya telah pulang dan tidak ada yang melihatnya Bara masuk kedalam laut dan menyusul Sarina, yang sedang berenang menuju keistana lautan.
Gimana endingnya 😹
Benar gak sih tebakan kalian?....
Atau aku mau tanya apakah ceritanya sangat mudah ditebak?
Kasih pendapat kalian di kolom komentar ya
Karna aku akan sangat senang jika kalian mengutarakan pendapat agar alurnya sulit di tebak 😉
Ya udah,
Salam hangat dari author
😘
KAMU SEDANG MEMBACA
l love mermaid
Ficção Adolescentekenyataan hidupnya sangatlah pahit . sarina dewi sekar seorang anak manusia yang dipilih oleh ratu neptuna Kerajaan yang amat disegani oleh kerajaan-kerajaan yang berada dilautan Kisahnya yang bermula saat ia genap berusia 16 tahun. Disaat ulang t...
