23| Hospital

1.4K 172 3
                                        

Dari sekian banyak teman di kota ini, Lee Haechan tidak menduga akan  bertemu dengan Lyla di kafe yang jaraknya cukup dekat dengan bandara.

Haechan baru saja mengantar kedua orang tuanya yang berniat ingin pergi ke Lampung untuk menghadiri pernikahan sepupunya, tadinya Haechan juga ingin ikut. Tapi begitu sadar kalau ini sudah mendekati masa ujian akhir semester, Haechan pun membatalkan keinginannya tersebut.

"Ayo"

Americano di tangan kirinya nyaris tumpah saat Lyla menarik tangannya pergi dari kafe itu, Haechan yang kebingungan sekaligus kaget hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki si gadis yang cepat-cepat. Namun sebelum mereka benar-benar keluar dari kafe, Haechan sempat melirik laki-laki di salah satu meja menatap kepergian mereka dengan wajah sedih. Dan hal itu berhasil memancing rasa penasaran Haechan.

"Yang tadi itu siapa?" Tanyanya begitu mereka sampai di samping Vespa biru milik Haechan.

"Lo ada helm lebih nggak?" Si gadis justru mengajukan pertanyaan lain.

"Ada kok, bentar" Haechan membuka jok motornya untuk mengeluarkan sebuah helm putih dari dalam sana, sebelum akhirnya diberikan pada Lyla.

Namun gadis itu yang kesulitan saat mengaitkan tali helm membuat Haechan jadi gregetan. Jadi dia tarik lengan Lyla mendekat lalu membantunya memakaikan helm tersebut.

"Ck, masang helm doang nggak bisa"

"Helm lo kali yang rusak"

"Enak aja!"

Klik!

"Tuh, bisa!" Ujar Haechan ngegas begitu kaitan helm di kepala Lyla sudah terpasang.

Si gadis merotasikan bola mata sebelum kemudian naik ke Vespa milik Haechan. "Yaudah, buruan jalan"

"Lo belum jawab pertanyaan gue tadi, btw" ucap Haechan seraya memasang helm-nya sendiri.

"Pertanyaan yang mana?"

"Cowok yang tadi itu siapa?"

"Cowok?" Lyla nampak berpikir sejenak guna mencari maksud dari cowok yang dimaksud Haechan barusan, begitu sadar Xiaojun lah yang dimaksud gadis itu refleks mendengus. "Oh, lo liat tadi?"

"Liat lah, kan gue punya mata"

"Bukan siapa-siapa, nggak usah dikepoin. Buruan jalan!"

Meskipun itu sama sekali tidak menjawab rasa penasaran Lee Haechan, pemuda itu memilih untuk tidak terlalu memperdulikan sebelum akhirnya menjalankan vespa biru kesayangannya di jalanan ramai.

Meskipun itu sama sekali tidak menjawab rasa penasaran Lee Haechan, pemuda itu memilih untuk tidak terlalu memperdulikan sebelum akhirnya menjalankan vespa biru kesayangannya di jalanan ramai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Malam harinya, Jeno baru mengabari bahwa mamanya sudah siuman.

Tadinya Lyla ingin datang untuk menjenguk. Tapi kata Jeno, Jessica  belum bisa dikunjungi karena masih  harus banyak istirahat. Alhasil keesokan paginya Lyla baru berkesempatan datang ke rumah sakit, tidak lupa membawa serta bingkisan kecil berisi buah-buahan segar untuk nantinya diberikan pada mamanya Jeno.

Two Sides ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang