Oh iya, aku lupa ngabarin. Scene Siyeon kenapa bisa hamil anak Xiaojun ngga akan aku jelasin detailnya ya 😂
Intinya mereka berdua datang ke bar, minum-minum, pas udah mulai setengah mabuk eh mereka malah 💋dan berujung 👉👌 gitu. Ga terencana sebenarnya, tapi karena udah sama-sama nafsu jadi keterusan.
Dan satu lagi, scene 👩❤️💋👨👉👌di kamar di part sebelumnya nggak ada lanjutannya ya gaiss. Jadi silakan berimajinasi sendiri 😂 Kalian nih sukanya emang yang modelan begitu ya, heran aku 🙃
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Cahaya matahari yang masuk saat Jeno membuka tirai kamar berhasil mengusik tidur lelap Choi Lyla.
Gadis itu mendengus frustasi, bibirnya bergumam tidak jelas selagi tangannya menarik selimut semakin ke atas. Jeno yang kini sudah segar sehabis mandi hanya bisa menggelengkan kepala melihat sang kekasih yang masih setia bergelung dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangnya.
Jeno berjalan mendekati ranjang, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Lyla dengan gerakan tiba-tiba. Tindakannya tersebut berhasil membuat Lyla mengomel dengan mata yang masih terpejam.
"Jeno sanaan, ah. Jangan ganggu aku masih ngantuk."
Tapi bukan Jeno namanya kalau langsung menurut. Pemuda itu justru jahil mengecup seluruh permukaan wajah Lyla hingga lagi-lagi membuat gadisnya itu terusik.
Si pemuda terkikik geli saat melihat reaksi pacarnya yang benar-benar terganggu. Namun ternyata itu cukup manjur untuk membangunkan Lyla, buktinya sekarang dia mulai membuka mata meski agak menyipit karena silau.
"Minggir, kamu tuh berat tau?" keluhnya dengan kening berkerut.
"Masa sih? Perasaan tadi malam aku nindih kamu nggak merasa keberatan tuh? Malah keenakan."
"Apa sih? Kamu tuh nggak jelas banget, minggir."
Oh, rupanya nyawa Lyla belum sepenuhnya terkumpul. Buktinya dia sampai melupakan kejadian menyenangkan sekaligus mendebarkan semalam, hal yang justru tidak akan Jeno lupakan seumur hidupnya.
"Perlu ya aku ingatin kamu tentang apa yang terjadi semalam?"
Melihat ekspresi bingung Lyla sekarang membuat Jeno jadi gemas sendiri. Ditariknya selimut yang sejak tadi menutupi tubuh telanjang Lyla, tidak sampai ke bawah memang, karena begitu sampai di setengah dada gadis itu langsung menahannya.
"JENO KAMU ---- Astaga!"
Sekarang Lyla sudah benar-benar sadar akan apa yang terjadi, sebab nyawanya telah sepenuhnya terkumpul. Jeno menatapnya dengan wajah sumringah di atasnya, sesekali melirik belahan dadanya yang memang terekspos karena pemuda itu yang tadi menarik selimutnya.