Abaikan soal Jaemin di parkiran tadi, karena itu tidak penting.
Jadi begitu pergi dari parkiran, setelah sebelumnya sempat melempar kaleng bekas minuman dingin ke wajah Jaemin, Jeno melajukan mobilnya ke jalanan yang ramai.
Waktu telah menunjukkan pukul empat sore sekarang. Rencananya, sebelum balik ke apartemen mereka mau makan di luar dulu. Kebetulan keduanya belum sempat makan siang karena sejak jam sebelas tadi Lyla ada kelas dan berlanjut sampai hampir jam empat sore, sementara Jeno cuma sempat makan dua bungkus roti juga air mineral pemberian panitia acara porseni. Sebenarnya sih dia juga dikasih nasi kotak tadi, cuma Jeno belum sempat memakannya.
Selama beberapa menit di perjalanan hingga terjebak di lampu merah, baik Lyla maupun Jeno tidak ada yang bersuara. Entah Jeno masih marah atau bagaimana, yang jelas tidak biasanya pemuda itu mendiamkannya begini.
"Jeno" Lyla memberanikan diri memulai obrolan.
Pemuda Lee itu hanya menyahut seadanya, sebatas deheman saja.
"Masih marah ya?"
"Nggak kok"
"Terus kenapa diam?"
"Bingung mau ngomong apa"
"Nggak biasanya"
Meskipun Jeno terkenal tidak banyak bicara dengan kepribadiannya yang tenang, tidak biasanya pemuda itu diam seperti ini jika sedang bersamanya.
Bibir Lyla mengerucut sebal sekaligus merasa bersalah, ia pikir Jeno masih marah masalah yang tadi. Tapi masa iya, seharusnya kan sudah tidak lagi sebab Lyla sudah kasih ciuman tadi.
Rupanya Jeno yang sempat melirik gadis itu mengulum senyumnya menahan tawa, ekspresi Lyla saat ini benar-benar lucu. Ingin Jeno cium aja rasanya itu bibir yang rada maju beberapa senti karena cemberut, tapi mana mungkin kan sekarang dia lagi nyetir karena lampu lalu lintas sudah berubah warna menjadi hijau.
"Aku nggak marah kok, beneran deh" ucap Jeno meyakinkan. "Tadi tuh aku cuma bercanda aja marahannya, nggak serius"
"Tapi kesel kan?"
"Sedikit sih"
"Tuhkan!" Lyla cemberut lagi.
Melihat itu Jeno tidak tahan untuk tidak tertawa, sebelah tangannya yang tidak memegang stir terarah ke puncak kepala Lyla sebelum kemudian dia usak rambutnya.
"Tadinya emang mau marah, sedikit. Tapi karena tim aku menang pas lomba, marahnya jadi kediskon. Ditambah lagi liat muka kamu, terus dapat ciuman juga, marahnya jadi hilang deh. Hehe"
Si gadis mendengus geli. "Jadi udah nggak marah kan?"
"Iya, udah nggak"
Untuk yang pertama kalinya sejak bertemu Jeno setelah beberapa hari terpisah karena kesibukan, Lyla tersenyum bahagia. Rasanya suram sekali jika tidak bertemu dengan pemuda itu, Lyla nyaris kehilangan semangat seandainya saja tugas-tugas kuliah tidak membuatnya sibuk akhir-akhir ini.
"Eh tapi kamu tau Sungchan kan? Jung Sungchan" Tanya Jeno berusaha membuka obrolan baru.
"Tau, pacarnya Shotaro"
"Hah? Oh, iya" Jeno hampir lupa akan fakta itu, si pemuda Lee berdehem pelan sebelum kemudian melanjutkan ceritanya. "Dia jago banget loh mainnya, apalagi pas penalty tadi aku sampai gemeteran pas dia nendang bola ke gawang. Asli La, serem banget. Tendangannya itu kuat banget, mana keliatannya udah kayak sering banget main bola. Nggak heran banyak yang muji dia tadi terus bilang katanya Sungchan tuh the next Nakamoto Yuta"
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Sides ✓
FanficJeno itu tipe pacar yang hard on the outside but soft on the inside. Intinya beda banget deh, Jeno seperti punya dua sisi yang berbeda. Start : 12 Desember 2020 End : 23 November 2021 Copyright ©2020 by ApriLyraa
