Hi, I'm back!!
Ada yg kangen Two Sides nggak nih? 😁 Jangan bosen buat baca ini ya, soalnya kisahnya masih lumayan panjang nih kan baru masuk konflik awal. Sabarin aja yg nunggu ending wkwkwk
**
Lee Jeno bukan tipe orang yang suka berbasa-basi. Jadi setelah menerima telpon dari sang Ayah dan menemukan pria itu di ruang tamu, Jeno langsung menghampirinya kemudian duduk di salah satu sofa.
"Papa mau apa?" tanyanya dengan nada dingin.
Jika Donghae menyuruhnya pulang ke rumah hanya untuk mengajaknya bertengkar, Jeno akan memilih untuk pergi saat itu juga. Masalah yang ia hadapi akhir-akhir ini sudah cukup memusingkan, jangan sampai Donghae menambahnya lagi.
"Papa mau minta maaf."
Ucapan Donghae yang begitu lirih membuat Jeno mengangkat alisnya, bingung sekaligus heran. Jeno rasa ia salah dengar, namun tidak lama kemudian pria itu kembali menyambung kalimatnya.
"Selama ini Papa sadar kalau tindakan Papa itu salah, Papa mau minta maaf sama kamu."
"Tindakan yang mana maksud Papa? Yang nampar aku, atau yang selingkuh itu?"
Kepala Donghae tertunduk dalam, merasa malu dengan sang anak yang kini melihat ke arahnya dengan tatapan menghakimi.
"Untuk semuanya, Papa minta maaf."
Jeno mendengus kasar sembari menyandarkan punggungnya ke sofa. "Kenapa tiba-tiba? Papa punya penyakit mematikan dan sekarang umur Papa nggak lama lagi?"
"Lee Jeno!"
"Kenapa baru sekarang minta maafnya, kemarin kemana aja?"
Donghae kembali mengangkat wajahnya sembari menghela napas. "Papa pengen memperbaiki hubungan kita yang udah rusak, Papa pengen ngembaliin keluarga kita kayak dulu lagi. Papa juga sadar udah terlalu keras sama kamu selama ini, nggak seharusnya seorang Ayah menampar apalagi memukul anaknya sendiri. Nggak seharusnya Papa melampiaskan semua amarah Papa ke kamu padahal itu masalah Papa sendiri, tindakan Papa selama ini emang udah keterlaluan. Maaf, karena terlambat mengucapkan kata maaf sama kamu. Maaf, karena udah bikin kamu ngerasa nggak punya rumah lagi. Dan maafin Papa, Jeno. Karena udah bikin kamu ngerasa kesepian dan nggak dicintai. Papa minta maaf."
Tatapan mata Donghae yang begitu lembut padanya membuat Jeno lantas membuang muka. Jeno tidak sanggup membalas tatapan sang Ayah, karena jika ia lakukan itu maka ia khawatir pertahanannya akan runtuh saat itu juga.
"Sebenarnya aku nggak masalah untuk itu. Toh, selama ini aku juga udah sering dipukul sama orang selain Papa jadi aku udah terbiasa. Tapi untuk masalah Papa sama Mama itu beda, aku nggak bisa maafin itu."
Helaan napas berat kembali keluar dari sela bibir Donghae, sifatnya yang menurun pada sang anak membuatnya paham betul kalau watak Jeno memang lumayan keras. Donghae paham tidak mudah untuk mendapatkan kata maaf darinya, apalagi tindakannya selama ini benar-benar kelewat batas. Jeno mau datang saat ia menelpon saja Donghae sudah sangat bersyukur, setidaknya Jeno masih peduli padanya.
"Gimana caranya ... supaya Papa bisa dapat maaf dari kamu?"
Pemuda Lee itu menoleh pada Donghae, agaknya merasa terkejut karena merasa sikap Donghae hari ini sedikit berbeda dari biasanya. Bahkan dari tatapan matanya yang begitu lembut sama melihat pada Jeno membuatnya lantas tertegun. Entah kenapa tapi sekarang Jeno merasa kalau Donghae terlihat seperti Donghae yang dulu, seperti Papanya yang selama ini sudah Jeno rindukan. Papanya yang lembut dan begitu perhatian yang selama ini sempat menghilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Sides ✓
FanfictionJeno itu tipe pacar yang hard on the outside but soft on the inside. Intinya beda banget deh, Jeno seperti punya dua sisi yang berbeda. Start : 12 Desember 2020 End : 23 November 2021 Copyright ©2020 by ApriLyraa
