33| Warm Hugs

1.1K 142 11
                                        

"Kok cemberut?"

Itu adalah pertanyaan pertama yang Lyla berikan sesaat setelah Jeno masuk ke kamarnya.

"Nggak apa-apa"

Jeno mencoba untuk memberikan senyum terbaiknya pada Lyla, juga berusaha mengenyahkan ingatan tentang apa yang sempat ia lihat tadi di perjalanan. Bukan saat yang tepat, Jeno rasa ia butuh waktu untuk menceritakan masalah ini pada Lyla.

"Gimana perutnya? Udah enakan apa masih sakit?"

Lima bulan menjalin hubungan dengan Jeno membuat Lyla paham segala macam ekspresi milik pemuda itu, tidak sulit menebak bahwa pasti ada sesuatu yang terjadi.  Akan tetapi ia tidak memaksa Jeno untuk bercerita, Lyla hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Jeno yang ia tau adalah sebentuk pengalihan dari pertanyaannya yang sebelumnya.

"Udah enakan kok"

"Syukur deh, masih mau makanan?"

"Masih lah" jawab Lyla kelewat semangat, Jeno sampai gemas melihatnya dan berujung mengusak pelan rambut panjangnya yang hari ini Lyla gerai.

"Mau delivery apa?"

Lyla menggelengkan kepalanya. "Bukan itu, aku cuma mau ngemil makanan ringan"

"Minimarket?"

"Yap!"

"Yaudah, tunggu ya aku beliin dulu"

Jeno baru setengah berdiri dari kasur Lyla saat gadis itu menahan lengannya.

"Aku juga mau ikut"

"Nggak apa-apa? Kalau perutnya masih nyeri biar istirahat aja dulu"

"Aku baik-baik aja, Jeno. Udah nggak sesakit tadi kok"

Jeno sebenarnya nggak begitu percaya, dia juga khawatir takut nyeri di perut Lyla kambuh lagi. Tapi melihat betapa berbinarnya mata Lyla saat ini, Jeno jadi tidak tega melarangnya.

"Yaudah kalau gitu."

Jarak apartemen ke minimarket tidak seberapa jauh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jarak apartemen ke minimarket tidak seberapa jauh.

Letaknya di pinggir jalan, sebelah kiri dari apartemen Lyla, kira-kira berjarak lima bangunan. Maka dari itu Jeno pun tidak perlu repot mengeluarkan mobilnya dari parkiran, mereka bisa berjalan kaki ke sana dengan santai.

Jeno berdiri di bahu jalan trotoar, sengaja agar Lyla aman tidak sampai terserempet motor misalnya. Tangan kirinya menggandeng tangan kanan Lyla, sementara yang satunya lagi ia masukkan ke saku celana.

Langit sore hari ini tidak seterik tadi siang, namun cahaya mataharinya masih cukup menyilaukan mata. Maka dari itu Jeno sengaja meminjamkan satu topinya pada Lyla agar pandangan gadis itu tidak begitu silau, sementara Jeno memakai topinya yang lain.

Suhu dingin langsung menerpa kulit keduanya saat memasuki minimarket, kedatangan mereka langsung disambut senyuman ramah dari salah satu pegawai yang tadinya sibuk mengecek tanggal kadaluwarsa dari salah satu produk susu.

Two Sides ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang