29| Sunflower Seeds

895 141 7
                                        

Blam!

Lyla menutup pintu apartemen sembari melepas sepatu yang ia kenakan, ransel di punggungnya ia jinjing lalu diletakkan ke sofa bersamaan dengan seplastik cemilan yang sempat Lyla beli di minimarket depan.

"Jeno," seru Lyla saat tidak mendapati pemuda itu di sekitarnya, namun sayup-sayup bisa ia dengar suara shower dari arah kamar mandi. "Je kamu di dalam?" Tanyanya sambil mengetuk pintu di depannya.

"Hah? OH IYA, LA!" Teriak Jeno dari dalam, agaknya terlalu nyaring.

Meskipun sebenarnya percuma, Lyla mengangguk pelan lalu bertolak masuk ke kamarnya sendiri untuk nge-charge ponsel yang baterainya sisa sembilan persen itu. Lyla duduk di kursi meja belajar yang letaknya memang tidak jauh dari stop kontak, memilih untuk memainkan ponselnya sejenak sembari membaca grup chat kelasnya yang nampak ramai. Pantas saja, rupanya kelas terakhir hari ini diliburkan karena dosen yang mengajar mendadak harus ke luar kota.

Kabar baiknya lagi, mereka tidak ditinggali tugas yang itu artinya Lyla bisa santai sekarang.

"Akhirnya.." punggung Lyla menyentuh sandaran kursi sembari bersorak senang dalam hati, ini momen yang membahagiakan asal kalian tau?

Namun sayang kebahagiaannya itu harus sedikit terinterupsi oleh chat masuk dari nomor asing yang tadi menelponnya, Lyla bisa langsung tau kalau itu pasti Xiaojun meskipun ia belum sempat menyimpan nomornya.

From: 08××××××××××
|Udah sampai?
|Btw, makasih buat supnya
|Kebetulan aku belum makan

Tidak tau kenapa mendadak pelukan di apartemen Xiaojun tadi kembali terbayang di kepala Lyla, terlebih dengan ucapan pemuda itu yang terus menggema di telinganya tanpa henti. Lyla jadi kepikiran.

'Kamu masih berdebar di dekat aku'

Masa iya?

Lyla yakin debaran itu disebabkan oleh kegugupannya karena terpaksa berbohong pada Jeno, bukan karena ia berada di dekat Xiaojun. Menyebalkan, Xiao Dejun menyebalkan. Dia terlalu percaya diri!

Lyla
|Udah
|Sama-sama

Selesai membalas chat dari Xiaojun, dia tidak berharap pemuda itu akan kembali membalasnya. Oleh karena itu Lyla sengaja membalas sependek mungkin agar tidak menciptakan topik-topik lain yang bisa dibahas.

Namun meskipun begitu, Lyla tetap menyimpan nomor ponsel Xiaojun dengan nama 'Kak Jun' di kontaknya.

"La"

Lee Jeno dengan rambut setengah basahnya masuk ke kamar Lyla dengan senyum kepalang lebar, ekspresinya mengisyaratkan sesuatu yang tentu saja bisa dengan mudah Lyla pahami. Gadis itu merentangkan kedua tangannya selebar mungkin menyambut pelukan hangat milik Jeno, dan saat tubuh mereka bersentuhan senyum Lyla makin  terkembang.

"Kangen" rengek Jeno dengan manjanya.

"Sama" balas si gadis sembari mengusap bagian belakang rambut Jeno yang masih agak basah. "Kamu sibuk banget akhir-akhir ini"

"Maaf"

"Nggak apa-apa aku maklum" pelukan mereka terlepas, posisi Jeno yang berdiri membuat Lyla yang masih duduk harus mendongak untuk menatapnya. "Jadi, maket kamu udah selesai?"

Lengan Lyla yang terbalut jaket itu Jeno tarik agar ia berdiri lalu membawanya menuju ruang tengah.

"Belum, tapi aku janji bakal segera selesai"

"Nggak usah buru-buru, nikmati aja prosesnya"

"Iya, tapi nanti aku makin kangen" Jeno kembali merengek lalu ndusel manja ke leher Lyla saat mereka sudah duduk di sofa.

Two Sides ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang