"To the point banget" Xiaojun yang ditanyai begitu sontak terkekeh geli. "Baru juga duduk nih, nggak ditawarin minum dulu?"
"Oh, iya"
Lyla baru sadar, jadi dia buru-buru berdiri dengan maksud membuatkan Xiaojun minuman. Meskipun sebenarnya enggan berlama-lama dengan pemuda itu, rasanya tetap saja tidak sopan jika tidak menyuguhkan sesuatu saat Lyla tau kalau Xiaojun itu tamunya malam ini.
"Eum, La" panggilan Xiaojun membuat si gadis berhenti melangkah lalu menoleh ke arahnya. "Kamu punya baju ganti nggak? Rasanya nggak enak banget pakai kemeja basah"
Astagaa, bagaimana mungkin Lyla tidak memperhatikan itu. Ia bahkan sampai tidak kepikiran untuk setidaknya memberikan handuk pada Xiaojun. Memang sih tadi mereka sudah berlindung dengan jas, namun itu tidak terlalu berguna sebab mereka tetap saja kebasahan. Lyla sih tidak begitu parah, beda lagi dengan Xiaojun yang tadi lebih banyak mengarahkan jasnya ke kepala Lyla alih-alih kepalanya sendiri. Tidak heran sebelah kemeja Xiaojun nyaris basah kuyup, sementara yang satunya lagi masih cukup kering.
"Ada sih, tapi baju Jeno" lagipula mana mungkin Lyla punya baju yang seukuran badan Xiaojun, tau sendiri lah tubuh Lyla kan kecil. "Nggak apa-apa?"
"Selama Jeno-nya nggak marah kalau aku minjem punya dia sih, nggak masalah"
"Seharusnya sih nggak, sebentar aku ambilin dulu"
Saat Lyla berjalan menuju kamar yang biasa ditempati Jeno, di ruang tengah ada Xiaojun yang tersenyum senang menatapnya. Tidak tau kenapa tapi ia rasa akhir-akhir ini Lyla tidak sedingin sebelumnya, memang sih chat-nya jarang dibalas apalagi kalau telpon. Tapi jika mereka bertemu secara langsung begini, Xiaojun rasa Lyla bisa sedikit lebih lembut.
Sudah belasan tahun lamanya Xiaojun mengenal Choi Lyla, ia tau betul kalau gadis itu tipe yang tidak tegaan. Bahkan disaat dulu ia pernah menyakiti Lyla, sampai sekarang pun si gadis tidak sampai hati untuk membencinya. Choi Lyla bukan tipe pendendam, tapi meskipun begitu Xiaojun paham kalau gadis itu masih butuh waktu untuk memaafkan kesalahannya terdahulu. Dan Xiaojun tidak keberatan jikalau ia harus menunggu sampai luka Lyla benar-benar sembuh, ia yakin suatu saat Lyla pasti akan kembali padanya bagaimana pun caranya.
"Ini" sekembalinya Lyla dari kamar, ia menyerahkan handuk juga salah satu hoodie milik Jeno ke Xiaojun. Hoodie itu termasuk yang jarang dipakai sama Jeno, jadi besar kemungkinan pemuda itu tidak akan sadar jika pakaiannya dipinjam orang lain.
Xiaojun tersenyum menerimanya. "Makasih, La"
"Hm" gadis itu buru-buru pergi ke dapur saat dilihatnya Xiaojun hendak melepas dasi yang ia kenakan, sepertinya pemuda itu berniat mengganti pakaiannya disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lyla" seru Xiaojun yang sontak menghentikan langkah Lyla, dengan gerakan pelan gadis itu menoleh ke belakang.