Part 45: Bar & Vodka udah aku publish ya, mana tau ada yg kelewat karena ga dapat notif soalnya aku sendiri pun ga dapat notifnya 😥
Jadi bisa dicek dulu aja sebelum baca part 46 🤗
Warning: jangan emosi eaa wkwk
**
Ponsel Jeno yang tidak bisa dihubungi juga keberadaan pemuda itu sekarang yang entah ada dimana, membuat Lyla tidak tenang.
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, jamnya manusia normal untuk tidur. Tapi bukannya tidur Lyla justru tidak mengantuk sama sekali, dia malah sibuk mengerjakan tugas-tugasnya yang sebenarnya deadline-nya masih lama. Hal itu ia lakukan semata-mata untuk mengenyahkan kekhawatirannya pada Jeno sejak beberapa jam lalu, ditambah lagi pemuda itu tidak kunjung menerima panggilannya sama sekali. Lyla ingin tidur, tapi perasaan tidak tenang membuatnya tetap terjaga hingga kini.
Sampai akhirnya ponselnya berdering. Awalnya ia berharap itu Jeno, tapi realitanya justru Jessica lah yang menelpon. Lyla langsung panas dingin, merasa tidak wajar jika wanita itu menghubunginya semalam ini jika hanya untuk iseng. Sudah pasti terjadi sesuatu, jadi tanpa pikir panjang langsung Lyla terima.
"Halo, malam tante" Sapa Lyla lebih dulu.
"Malam, La. Maaf tante nggak sopan nelponin kamu jam segini"
"Nggak apa-apa, Tan. Ada apa ya?"
"Kamu ada liat Jeno nggak hari ini? Sejak tadi sore anak itu nggak pulang, tante khawatir. Telponnya juga nggak diangkat"
Nada suara Jessica yang terdengar panik membuat Lyla tanpa sadar menggigit bibir bawahnya. Jika Jessica saja telponnya tidak diangkat, apa kabar Lyla coba? Pemuda itu bahkan sama sekali tidak menerima panggilannya meski ponselnya aktif.
"Lyla.."
"I-iya, Tan?"
"Kamu ada ketemu Jeno?"
"Ada, tapi cuma sebentar. Soalnya---" Lyla hampir keceplosan mengatakan bahwa ia bertengkar dengan Jeno, gadis itu buru-buru menggeleng. "Tapi setelah itu dia pergi lagi"
"Dia ada bilang mau pergi kemana?"
"Nggak ada sih, Tan. Tapi mungkin dia nginep di studio, akhir-akhir ini Jeno sibuk. Mungkin gara-gara itu juga dia nggak sempat ngangkat panggilan dari tante"
Bohong itu dosa, Lyla tau betul tentang itu. Tapi jawaban jujur takutnya malah akan semakin membuat Jessica khawatir pada sang anak. Jika Lyla bilang mereka sehabis bertengkar yang berujung Jeno marah dan pergi terburu-buru, panggilannya tidak diangkat dan pesannya tidak dibaca, juga Lyla yang sama sekali tidak mengetahui keberadaan pemuda itu, Jessica pasti akan semakin bertanya-tanya. Maka dari itu berbohong terdengar lebih aman untuk dijadikan pilihan oleh Lyla saat ini.
"Oh, begitu. Mungkin Jeno juga masih marah sama tante" kan, Jessica terdengar sedih sekarang. Lyla jadi tidak enak hati. "Ya sudah kalau begitu, makasih ya, La. Besok pagi kalau kamu ketemu sama Jeno, bilangin tante mau bicara sama dia ya?"
"I-iya, tante"
"Tante tutup dulu, maaf udah ganggu tidur kamu"
"Nggak sama sekali kok, Tan"
Setelah itu, karena tidak ada lagi yang mesti dibicarakan, Jessica menutup sambungan mereka lebih dulu. Lyla menghela napas berat, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi sembari menatap langit-langit kamar. Sekarang pikirannya semakin penuh tentang Jeno, kekhawatirannya kembali memuncak. Lyla tidak tenang takut sesuatu terjadi pada lelaki kesayangannya satu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Sides ✓
FanfictionJeno itu tipe pacar yang hard on the outside but soft on the inside. Intinya beda banget deh, Jeno seperti punya dua sisi yang berbeda. Start : 12 Desember 2020 End : 23 November 2021 Copyright ©2020 by ApriLyraa
