Lyla menerima botol air mineral yang diberikan Jeno lalu meminum isinya. Mereka baru saja melakukan pemanasan tadi.
"Sebelum olahraga, penting buat jaga tubuh tetap terhidrasi"
Tidak terlalu memperdulikan, Lyla hanya mengangguk sekenanya lalu melongok antusias pada Jeno yang kini sibuk mengotak atik tombol treadmill. Rencananya Lyla ingin menggunakan alat itu untuk olahraga pertamanya, Jeno yang menyarankan sebab katanya treadmill yang paling mudah digunakan untuk pemula seperti Lyla.
"Udah aku setting, jadi kamu bisa langsung pakai. Tinggal tekan aja tombol start, terus sesuaikan dengan kecepatan yang kamu inginkan. Kalau mau matiin tekan disini" ucap Jeno menjelaskan satu demi satu tombol yang ada disana.
Sebenarnya Lyla tidak menangkap semua yang Jeno jelaskan, tapi intinya ya dia paham saja tombol-tombol yang dirasa penting.
"Oke, aku tinggal naik aja kan ya?"
"Heum, abis tuh tekan start. Nanti kalau karpetnya udah jalan, kamu tinggal ikutin aja ritmenya. Jangan lupa pegangan dulu, nanti kalau udah dirasa nyaman baru dilepas"
Lyla membulatkan bibirnya membentuk huruf O sebelum mengibaskan tangannya pada Jeno. "Udah sana kamu pergi, aku bisa sendiri kok"
"Ck, kebiasaan deh suka ngusir"
Lyla terkekeh pelan. "Nggak gitu, Jeno"
"Iya-iya, aku kebagian itu dulu deh" ucap pemuda itu sambil menunjuk Lat pulldown machine yang ada di sisi lain ruangan.
Si gadis hanya mengangguk sekenanya, tidak terlalu memperhatikan karena mulai sibuk dengan treadmill yang telah ia aktifkan. Jeno yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu memilih pergi meninggalkan Lyla sendirian disana.
"Jeno!" Panggil Lyla saat Jeno baru berjalan beberapa langkah, pemuda itu langsung berbalik.
"Kenapa?"
"Jangan jauh-jauh, aku takut hilang"
"Astagaaa" tidak tahan dengan ekspresi Lyla yang terlihat seperti anak kecil yang takut ditinggal pergi ibunya, Jeno mengacak rambut Lyla yang hari ini sengaja dikuncir rapi.
"Iya, nggak jauh kok. Panggil aja nanti kalau udah selesai."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cukup lama Lyla menggunakan treadmill, kurang lebih tiga puluh menit. Ya bagi Lyla itu lama.
Setidaknya sekarang tubuhnya sudah penuh keringat, dan botol air mineral yang tadi diberikan Jeno juga telah kosong tak bersisa. Lyla celingukkan ke kanan dan kiri guna mencari keberadaan Jeno, tapi sejauh mata memandang ia tidak mampu mengidentifikasi keberadaan pemuda itu.
Lyla lantas berdecak seraya berkacak pinggang, sedikit kesal. "Tadi katanya nggak bakal jauh-jauh!"
Sejumput rambut yang jatuh menutupi wajahnya sontak terangkat saat gadis itu menghembuskan napas, kalau sudah begini Lyla jadi bingung ingin melakukan apa. Satu-satunya alat fitness yang ia pahami hanyalah treadmill, sekarang ia harus menggunakan alat apalagi?