Lampu ruang bioskop sudah dimatikan saat Lyla dan Jeno masuk, rupanya film yang akan mereka tonton ini baru saja mulai.
Dengan gerakan pelan juga hati-hati karena cahaya di dalam sana begitu minim hanya berbekal cahaya dari screen, Jeno yang masih menggandeng tangan Lyla memimpin jalan menuju seat mereka berada. Jeno pesan seat di L10, sedangkan Lyla di L09. Tempatnya nyaman berada di tengah-tengah tapi masih agak ke atas, dijamin tidak akan pusing kelamaan natap layar selebar itu di depan mata.
Dua kursi di sebelah Lyla sudah ada yang menempati, jumlahnya dua orang sepertinya pasangan juga seperti mereka. Lyla tersenyum sambil mengucap kata 'permisi' saat harus lewat di depan pasangan tersebut menuju bangku mereka berada.
Jeno mendesah lega saat mereka sudah duduk di tempat masing-masing. Pemuda itu juga meletakkan minumannya di tengah dirinya juga Lyla, sedangkan popcorn-nya diletakkan di pangkuan saja.
"Kok beli minumannya cuma satu?"
Sadar kalau disini hampir tidak ada yang bersuara alias tidak boleh ribut, Lyla bertanya pada Jeno dengan suara sepelan mungkin. Jeno juga balas berbisik padanya,
"Sengaja, biar indirectkiss"
"Serius ih!"
Jeno tertawa tanpa suara. "Bercanda, La. Aku minta sedotan tambahan kok" ralatnya sembari mengeluarkan sedotan yang rupanya ia simpan di saku jaket.
Gadis di sebelah kirinya itu mendesah lega, namun satu sikunya sempat menusuk pelan perut Jeno yang membuat si empunya mengaduh dengan suara yang seharusnya tidak seberapa keras namun karena mereka berada di ruangan yang sunyi beberapa pasang mata langsung menoleh ke arahnya. Lyla buang muka, pura-pura tidak mengenal Jeno dan fokus dengan layar lebar di depannya. Sementara Jeno hanya bisa nyengir lalu menunduk sedikit sambil mengucap kata maaf beberapa kali.
"Malu-maluin!" Ketus Lyla saat orang-orang tadi sudah kembali fokus pada layar di depan, tidak lagi memperhatikan mereka.
Jeno menggembungkan pipinya kesal. "Gara-gara kamu tuh!"
"Kok aku?!"
"Ya emang kamu!"
"Ish, diem! Jangan ribut"
Setelah Lyla bicara begitu, keduanya sama-sama diam. Bukan hanya karena malu ditatap oleh orang-orang seperti tadi, tapi juga karena Lyla ingin fokus menonton filmnya. Jeno juga tidak jauh berbeda, sembari mengunyah popcorn di mulut, satu tangan Jeno merayap ke balik telapak tangan Lyla sebelum berakhir menggenggamnya erat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan saat gadis itu menoleh ke arahnya dengan wajah bingung, Jeno hanya membalasnya dengan cengiran lalu sok sibuk menonton film di screen. Terus seperti itu sampai filmnya berakhir kurang dari dua jam kemudian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.