Aku hari ini ulang tahun loh, apa tidak ada yg mau ngucapin?? Hehe 😁😀
**
Perjalanan pulang menuju apartemen Lyla diisi oleh keheningan.
Sejak kejadian di depan restoran sushi tadi, mereka memutuskan untuk langsung pulang dan batal makan sushi. Lyla tidak berani protes, jadi dia hanya mengikut saja tanpa bicara apapun karena sepertinya Jeno juga sedang tidak ingin diajak bicara.
Jeno mengendarai mobilnya dengan kecepatan seperti biasa, hanya saja pemuda itu mencengkram kuat setir kemudi seolah ingin merusaknya dengan kuku jarinya. Tatapan matanya fokus ke jalan, dengan rahang yang mengeras cukup memberi kode pada Lyla bahwa dia sedang berada dalam suasana hati yang buruk.
Jika sudah seperti itu yang bisa Lyla lakukan hanya duduk diam di tempatnya dan sebisa mungkin tidak memperparah mood pemuda itu, karena kalau Jeno sudah marah akan terlihat sangat menakutkan. Apalagi permasalahan kali ini bukan karena hal sepele seperti antriannya diserebot, atau ia yang hampir terserempet motor, tapi masalah Jeno kali ini sudah masuk ke ranah sensitif. Lyla bahkan tidak pernah berani mengorek informasi tentang itu jika bukan Jeno sendiri yang cerita.
Masalah Jeno dengan orang tuanya memang sudah Lyla ketahui sejak dua bulan yang lalu. Awalnya Jeno cuma bilang kalau dia dan Donghae memang dari dulu tidak pernah cocok, makanya mereka sering bertengkar. Namun saat Jeno datang dengan bibir terluka dan rahang membiru sehabis dipukul Ayahnya, Lyla tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Maka dari itu untuk yang pertama kalinya dia bertanya, dan dari sanalah problem tentang keluarga Jeno Lyla ketahui.
Selebihnya Lyla tidak bertanya lagi, dia tidak pernah menyinggung tentang hal itu lagi. Lyla sadar betul kalau masalah seperti ini sangatlah privasi, terlalu kurang ajar kalau ia ikut campuri atau sok menasihati padahal ia sendiri tidak pernah berada di posisi Jeno.
Namun, Lyla masih merasa bersalah karena mengajak Jeno datang ke tempat itu dan membuatnya bertemu dengan Donghae juga Eunbin. Seandainya saja Lyla tidak ngotot ingin makan sushi, kejadian seperti ini tidak akan terjadi kan?
"Jeno"
Kening Lyla mengernyit bingung begitu sadar mobil Jeno berhenti di depan gedung apartemennya, alih-alih lantai basement tempat biasa ia memarkirkan mobil.
"Aku antar sampai sini aja ya?" kata si pemuda dengan senyum yang agaknya dipaksakan.
"Kamu nggak mau mampir dulu?"
"Nggak, aku rasa aku butuh waktu buat sendiri"
Lyla kehilangan kata-katanya, mendadak bingung harus merespon apa saat Jeno kembali tersenyum padanya. Kenapa sih di saat keadaan lagi begini Jeno tetap saja menunjukkan senyumnya?
"Kemana pun kamu pergi setelah ini, jangan sampai melakukan hal yang membahayakan ya?"
Jeno terkekeh pelan sebagai respon. "Iya"
"Janji?"
Jari kelingking Lyla teracung di depan wajah Jeno, membuat si pemuda terkekeh untuk yang kedua kalinya sebelum memilih untuk menautkan jari kelingking mereka.
"Janji"
"Oke" Lyla menghela napas, rasanya masih berat jika harus meninggalkan Jeno saat ia sadar pacarnya itu sedang tidak baik-baik saja sekarang. Tapi Lyla juga tidak ingin memaksa, ia ingin menghargai keputusan Jeno, maka dari itu meski awalnya tidak rela pada akhirnya Lyla keluar juga dari mobil Jeno.
Namun sebelum Jeno pergi, Lyla buru-buru mengetuk kaca jendela mobil agar Jeno menurunkannya.
"Kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Sides ✓
ФанфикшнJeno itu tipe pacar yang hard on the outside but soft on the inside. Intinya beda banget deh, Jeno seperti punya dua sisi yang berbeda. Start : 12 Desember 2020 End : 23 November 2021 Copyright ©2020 by ApriLyraa
