Matahari di jam dua siang hari ini begitu terik, membuat baik Jeno maupun Lyla sama-sama mengibaskan tangan mereka di depan wajah sambil berjalan beriringan menuju kantin. Mereka mau makan siang dulu sebelum pulang.
Jarak dari gedung departemen Manajemen menuju kantin tidak seberapa jauh, jadi Jeno sengaja meninggalkan mobilnya terparkir di parkiran FEB.
Tapi sepertinya itu bukan ide yang bagus. Sebab saat mereka melewati jalan parkiran, sebuah motor nyaris saja menyerempet Lyla yang dengan sigap langsung Jeno tarik lengannya ke pinggir.
"WOY!"
Jeno berteriak murka, namun si pengendara tanpa rasa bersalah main pergi begitu saja. Padahal jantung Lyla sudah nyaris copot saking kagetnya. Andai saja Jeno tidak segera menariknya tadi, mungkin di beberapa bagian tubuh Lyla sudah lecet sekarang.
"BERHENTI NGGAK LO!"
Lee Jeno masih belum menyerah. Melihat si pengendara tidak juga mau berhenti, bahkan menoleh pun tidak, membuat Jeno semakin emosi. Pemuda itu mencari sesuatu di sekitarnya dengan gerakan terburu, begitu dapat apa yang dia cari, Jeno langsung berlari mengejar si pengendara lalu melempar benda itu tepat di kepala.
PLAK!
"JENO!"
Sebuah batu seukuran genggaman tangan Jeno berhasil mengenai bagian helm pengendara motor tadi, membuat si empunya refleks menekan rem karena hampir jatuh kehilangan keseimbangan.
Si pelaku tersenyum puas, lalu menepuk-nepuk tangannya yang kotor karena baru saja menyentuh batu. Sementara si korban yang berjenis kelamin laki-laki itu nampak melepas helm-nya dan melemparkannya dengan kasar ke tanah.
"MAKSUD LO APA?!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hwang Hyunjin, yang Lyla kenali sebagai teman sekelasnya waktu semester awal dulu berjalan menghampiri Jeno lalu mendorong bahunya dengan kasar.
"Lo hampir nyelakain gue, anjing!"
Jeno tersenyum sinis. "Bagus dong, impas. Tadi lo juga hampir nyerempet pacar gue"
Pandangan mata Hyunjin beralih pada Lyla, jelas sekali menampakkan ekspresi tidak suka sekaligus marahnya. Pemuda Hwang itu juga berulang kali mengusap belakang kepalanya, mungkin nyeri akibat lemparan batu tadi.
"Gue nggak sengaja kali, salahin pacar lo kenapa jalannya terlalu dekat jalan!" sahut Hyunjin masih dengan tatapan mata ke arah Lyla.
"Sekarang lo nyalahin pacar gue? Jelas-jelas disini lo yang salah karena hampir nyerempet dia!"
"Cuma hampir kan? Buktinya dia nggak kenapa-napa. Nih, liat nih, kepala gue sakit gara-gara lo!"
"Banci lo, gitu doang sakit! Lo laki bukan?!"
"Jeno, udah dong. Malu diliatin orang"
Karena posisi mereka yang dekat dengan parkiran, ada cukup banyak mahasiswa yang tadinya hendak lewat malah memilih untuk berhenti sejenak menyaksikan perseteruan antara Jeno dan Hyunjin. Jujur saja Lyla yang malu, padahal bukan dia yang bertengkar.