59| Kiss and Lipbalm

2.4K 154 40
                                        

Btw part ini tuh agak err... gitu. Tapi ya ga terlalu yang gitu-gitu banget sih soalnya aku ga begitu jago nulis scene semacam itu 😂

Sebenarnya dari part-part awal pun aku udah ngasih tau kalau cerita ini suka ada scene yang agak gitu-gitu kan? meski nggak gitu-gitu banget sih.

Tapi tetap aku mau ngasih warning 🔞 buat part ini, jaga-jaga aja soalnya aku yakin masih banyak yang minor di sini.

Bijaklah dalam memilih bacaan ya sayang-sayangku, dosa ditanggung masing-masing

awas, 2800++ kata. Jangan gumoh ya bacanya 🤭😅

 Jangan gumoh ya bacanya 🤭😅

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

"Gue minta maaf."

Meskipun bibirnya berucap begitu, nyatanya wajah Siyeon tidak menunjukkan bentuk penyesalan sama sekali. Dia tetap memasang wajah angkuh, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, lalu diakhiri dengan putaran bola mata. Ketara sekali terpaksanya. Jadi Jeno menyenggol lengannya bermaksud untuk mengingatkan.

Park Siyeon mendengus, dalam hati mengsumpah serapahi Jeno dengan berbagai macam nama binatang. Namun dia tidak cukup berani untuk merealisasikannya, takut-takut nanti Jeno malah menyebarkan video itu ke Ayahnya. Kan percuma dia menurunkan gengsi dan harga dirinya menemui Choi Lyla di apartemen dengan maksud meminta maaf, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya ia sama sekali tidak menyesali perbuatannya pada Lyla. Menurut Siyeon, Jeno pantas dengannya bukan dengan Lyla.

Lagipula ia sekarang meminta maaf pada Lyla hanya sekedar untuk menuruti perintah Jeno, karena ia sudah terlanjur berjanji untuk melakukan apapun yang pemuda itu suruh. Jadi ya di sinilah ia sekarang, duduk berhadapan dengan Lyla di apartemen gadis itu.

"Minta maaf buat apa?"

Di seberang meja ruang tamu, Lyla yang sejak tadi memandangnya malas nampak menyandarkan punggung seraya melipat tangan ke dada. Ketara sekali tidak menyukai kehadiran Siyeon di sini, dan Siyeon pun berpikir hal yang sama. Jika bukan karena suruhan Jeno, dia mana sudi datang ke tempat ini.

"Buat semuanya," Tapi baiklah, mari kita akhiri ini dengan cepat. Setelah semua ini selesai Siyeon akan segera pergi, dan ia tidak perlu bertemu dengan gadis itu lagi. "Maaf atas sikap menyebalkan gue selama ini. Maaf karena gue udah jahatin lo bahkan numpahin es kopi ke kepala lo waktu itu. Maaf gue udah ganggu hubungan lo sama Jeno. Maaf gue udah bikin hubungan kalian retak bahkan nyaris putus waktu itu. Setelah semua ini, gue janji nggak bakal ganggu hubungan kalian lagi. Gue bakal menjauh dari hidup kalian berdua, dan gue nggak bakal mengusik kalian terutama lo Choi Lyla."

"Lo serius dengan ucapan lo barusan?"

Siyeon merotasikan bola mata, seandainya bukan Jeno yang menyuruh juga Siyeon tidak bakal mau mengucapkan kalimat itu pada Lyla. Tapi karena sadar pemuda Lee di sebelahnya ini memelototinya sejak tadi, Siyeon jadi tidak punya pilihan lain selain mengangguk meski terpaksa.

Two Sides ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang