Sebenarnya hanya dengan melihat dari cara Xiaojun menatap Lyla pun Jeno sudah bisa menduga bahwa ada sesuatu di antara mereka.
Hal itu didukung pula dengan perubahan raut wajah Xiaojun saat Jeno dengan sengaja menyebutkan 'Pacarnya Choi Lyla' di perkenalan awal mereka tadi, membuat ia langsung menyimpulkan kalau Xiaojun mungkin saja masih punya perasaan lebih pada Lyla. Ya, walau bagaimanapun juga mereka pernah menjalin hubungan special di masa lalu. Meskipun Jeno sama sekali tidak tau alasan kenapa mereka bisa sampai putus.
Dentingan lift di depannya berbunyi, disusul dengan pintunya yang terbuka lebar membawa serta dua orang laki-laki yang berniat ingin keluar.
"Oh, bang Jeno?"
Jung Sungchan menyapanya, dia tidak sendirian melainkan bersama dengan Shotaro. Seperti biasa.
Tidak aneh sih melihat mereka selalu menempel begini, hanya saja ucapan Lyla tempo hari saat di pasar malam sedikit mengganggunya. Sehingga Jeno hanya bisa tersenyum canggung membalas sapaan Sungchan barusan.
"Habis dari apartemen kak Lyla ya?" Shotaro bertanya tidak lupa dengan senyuman khasnya.
Pemuda manis ini memang kerap kali tersenyum pada semua orang yang ia temui.
"Hehe, iya nih. Baru mau balik. Kalian sendiri abis darimana?" Bukan maksud apa-apa, Jeno hanya sekedar berbasa-basi.
"Nyari sarapan, bang. Mami lagi nggak ada di rumah soalnya jadi nggak ada yang masak" jawab Sungchan jujur.
"Oh, cuma berdua aja nih?"
"Iya, emang sama siapa lagi?"
"Hehe, kirain"
Saat Shotaro dan Sungchan keluar dari lift, gantian Jeno yang masuk ke dalam sana.
"Yaudah, hati-hati ya bang. Gue liat tadi di dekat lampu merah pertama ada razia, surat-surat lengkap kan?"
Mendengar ucapan Sungchan barusan, Jeno langsung sigap merogoh sakunya dan menemukan dompetnya disana. Setelah itu dia bisa menghela napas lega sebab surat-surat yang ia butuhkan selalu diletakkan di dalam dompet.
"Aman. Makasih infonya, Chan"
Jung Sungchan mengangguk mengiyakan, lalu berbalik pergi bersama dengan Shotaro yang hanya tersenyum padanya sebelum akhirnya ikut pergi meninggalkan Jeno di dalam lift.
Saat tangannya hendak menyentuh tombol, kehadiran satu sosok laki-laki yang baru saja masuk ke dalam lift yang hampir tertutup agak mengejutkan Jeno. Terlebih dia mengenal siapa orang itu.
Ekspresi Xiaojun juga tidak kalah kaget saat sadar Jeno lah satu-satunya orang yang berada di lift tersebut, jadi dia hanya tersenyum tipis sebagai bentuk sapaan meskipun sebenarnya ia enggan untuk melakukan itu.
"Lantai berapa?" Tanya Jeno saat pintu lift telah tertutup.
"Basement" balas Xiaojun yang kemudian diangguki Jeno.
Rupanya mereka punya tujuan yang sama.
Keadaan di dalam lift terasa begitu hening, yang terdengar hanyalah suara mesin lift yang turun dari lantai lima belas menuju basement. Namun tidak berselang lama kemudian, pemuda beralis tebal bernama Xiao Dejun itu bertanya.
"Lo beneran pacarnya Lyla?"
Pertanyaan tersebut sama sekali tidak mengejutkan Jeno, dia memang sudah menduga bahwa pemuda Xiao ini pasti punya banyak pertanyaan tentangnya. Sehingga Jeno pun hanya tersenyum sembari mengangguk.
"Iya"
"Sejak kapan?" Xiaojun bertanya lagi, dan sejak awal tidak juga mau menatap Jeno kecuali hanya lewat pantulan diri mereka di pintu lift.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Sides ✓
FanfictionJeno itu tipe pacar yang hard on the outside but soft on the inside. Intinya beda banget deh, Jeno seperti punya dua sisi yang berbeda. Start : 12 Desember 2020 End : 23 November 2021 Copyright ©2020 by ApriLyraa
