Ketua geng yang terkenal berandal tapi sering ikut lomba olim.
Aksa Deovangga, pemuda berdarah Jerman-Indonesia. Sifatnya yang dingin banget kayak balok es di kutub utara, kaku banget kayak kanebo kering, ditambah ketus dan irit ngomong yang bikin s...
Shakilla menatap cengo. "Ngapa jadi kalian yang emosi." gumam nya heran. "Yaudah pada balik sono,"
Ajun menoleh. "Bentar lagi deh, nanggung."
"Alah lo sok-sokan ceramahin gue, di sini juga paling numpang makan." cibir Byra.
"Gue ketok nih?" ucap Ajun mengangkat sendok nya.
"Udah lah ayo balik." paksa Raka menarik lengan teman nya.
"Pulang di jemput kaga?"
Shakilla menggeleng. "Mau ke perpus dulu, sama lo aja ya ra?"
Gadis itu mengangguk semangat. "Aman itu."
"Yaudah kita balik-"
"Elah jun jangan kaya orang kelaperan napa." kesal Raka melihat Ajun masih mencomot cup cake nya.
Pemuda itu mencibir, terpaksa meninggalkan sepotong cup cake yang tersisa. Rejeki padahal...
"Ini serius kita yang kerjain semua?"
Byra menoleh. "Goblok sia, ya engga lah. Kita kerjain yang bagian kita aja, sisa nya ya Ines sama Rebeca kerjain di rumah. Enak bener mereka terima bersih." cerocos nya.
Shakilla meringis, kemudian mengangguk paham.
Hampir dua jam mereka fokus mengerjakan tugas kelompok yang di suruh pak Raja. Tugas Biologi itu susah-susah gampang. Ya walaupun banyak susah nya sih, bagian gampang nya juga gue gatau dimana. Tapi semua tergantung sama kita nya sendiri, iya ga?