Ketua geng yang terkenal berandal tapi sering ikut lomba olim.
Aksa Deovangga, pemuda berdarah Jerman-Indonesia. Sifatnya yang dingin banget kayak balok es di kutub utara, kaku banget kayak kanebo kering, ditambah ketus dan irit ngomong yang bikin s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bisa ngga sih sebelum pergi-pergi itu sarapan dulu."
"Bisa ngga sih kalau ngga begadang."
"Makan itu sehari tiga kali, bukan sehari makan kalau laper doang."
"Makan itu jangan nasi goreng mang Ujang mulu, makanan bi Inah juga di makan."
"Ma-"
"Kill ah, buruan suapin lagi." decak Aksa melirik sendok yang tak jadi-jadi di suapkan.
Shakilla meringis, "Sorry...abisan elo sih bikin darting. Terakhir kali nya begadang ya, awas lo." ancam nya sembari menyuapi.
Pemuda itu hanya mangut-mangut mengiyakan biar cepat selesai. "Lagi dong."
"Abis, ini udah semangkok masa mau lagi??"
"Mau gue pingsan lagi??"
Shakilla mencibir, beranjak dari sofa menuju dapur. Setelah beberapa saat gadis berseragam sekolah itu balik lagi sambil membawa semangkuk bubur menuju kamar Aksa untuk kembali menyuapi.
"Ya?? Jangan begadang lagi bisa kan??"
"Kalau Venus ngajak main PS mana bisa." sahut Aksa jujur sembari membuka mulut nya.
"Ya boleh begadang tapi sesekali, jangan tiap hari juga dan jangan di hari sekolah juga." oceh Shakilla mengaduk-ngaduk bubur nya kesal.
Aksa yang melihat misuh-misuh dari gadis itu terkekeh geli. "Cerewet banget sih??" goda nya.
"Apaansih." tepis Shakilla salting membuat Aksa semakin puas tertawa. "Buruan nih makan."
"Aduh penganten baru," celetuk Jojo cengengesan masuk, melonjat ke kasur Aksa dan berbaring disana.
Shakilla yang melihat itu melotot. "JOJO!" pekik nya.
Aksa dan Jojo meringis, reflek mengusap-ngusap telinga nya berdengung.
"Turun gak?! Temen nya lagi sakit juga, heh! Turun nggak?! Jojo turun!!" pekik gadis itu semakin menjadi saat Jojo memejamkan mata nya.
Sontak mendengar teriakan Shakilla membuat pemuda itu mengglonjat, buru-buru turun sambil misuh-misuh. "Iya...iya...Killa suapin juga dong....." ucap nya dengan nada tengil.
Bugh.
Satu bogeman melayang ke perut pemuda itu, Aksa yang masih lemas mendadak berenergi ketika memukul perut teman nya. "Ngomong sekali lagi awas lo." ancam nya.
Shakilla terkekeh, memeletkan lidahnya ke arah Jojo membuat pemuda berambut ikal tersebut mendengus.
"Yaudahh keluar deh gue keluar, awas berdua-duan ketiga nya setan." ketus Jojo mulai beranjak. "Ohiya itu di meja makan ada bungkusan nasi padang nganggur. Peka kan???" cengir nya.