(41) Thanks for to night

800 53 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Shakilla memilih pakaian casual malam ini, di padukan dengan sneakers berwarna hitam dan putih. Sengaja memilih celana jeans karna ia sudah berancang-ancang akan melompat heboh di konser nanti.

"Heh, beneran mau pergi bareng tu anak?"

"Yaiyalah, orang Aksa yang beli tiket nya sendiri gimana sih." sahut Ajun nyolot. "Jadi cowok tuh gitu, modalin cewek nya."

Raka berdecak sinis, "Ngaca goblok." ketus nya. Masih belum terima dengan pemuda bernama Aksa itu walau permasalahan sudah selesai. "Padahal udah di buat sakit hati, di sogok tiket konser doang mau."

"Idihhh." sengit Shakilla. "Ngapa sih sensian mulu? Udah kelar juga kan masalah nya, jangan ngadi-ngadi deh Rak."

"Siapa yang ngadi-ngadi sih buset." kata Raka sewot. "Gue cuma ngga mau lo sama dia, padahal bagusan Gala. Iya kan, Ra??"

Gadis SMP itu menoleh, sesaat kemudian menggeleng. "Mending bang Aksa lah. Kemaren bang Aksa gitu karna dia ngga paham soal cinta aja, makan nya di suruh ini itu mau."

"Syialan pengkhianat." dumel Raka. Melempar bantal sofa ke arah Ara membuat sang empu mendelik tak terima.

Ajun membetulkan posisi duduk nya. "Harus nya kita marah sama Venus ngga sih? Kan dia yang kasih saran begitu ke Aksa anjir."

"Lah iya juga ya..." sahut Raka mangut-mangut. "Halah, tapi tetep aja salah Aksa." ujar nya lagi kekeh.

Shakilla memutar bola mata malas. Mencomot bolu di atas meja sembari menunggu yang di tunggu. "Mamah sama papah kemana dah?"

"Ke rumah tante Ziva. Itu loh temen nya mamah yang kemaren." sahut Ara. "Perasaan mamah pindah ke Jakarta temen nya banyak ya."

"Halah kaya kamu ngga aja, tiap hari main ke rumah siapa tuh si Jenap. Balik-balik sore mulu." dumel Raka. Mengingat beberapa hari ini ia yang membantu bunda mengerjakan pekerjaan rumah karna kedua gadis itu sering keluar.

"Zaenab ege!" sengit Ara. "Itung-itung bayar utang kuota lo bedua ya bang! Mana make nya sampe sepuluh GB lagi."

Kedua pemuda itu tercengir. "Lagian di suruh idupin hospot mau-mau aja." sahut Ajun. Merasa diri nya tidak terlalu salah. Bener kan??

"Lah kan aku kira itu kak Killa makan nya di idupin. Ngga ada gadak bener."

Pemuda itu mendelik, "Heh, salah siapa yang ngga perhatiin suara nya. Jelas-jelas suara cowok gitu. Kamu nya aja yang kurang peka." ujar Ajun sewot.

"Bang, bener-bener lo ya!"

"Apa?? Apa??"

"MAMAHHH!"

"Bunda pergi wleee."

"KAKK-"

"Berisikk!" sentak Shakilla. "Sana kek kemana nyari makanan, eneg banget liat kalian mulu di sini sumpah."

AKSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang