{8} Gara-gara Mimi

1.3K 93 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


-Tiga serangkai-

Shakilla : jadi pergi bareng gaaa

Raka : nunggu Ajun boker bu

Shakilla : dah jam 7 tai

Raka : mulai kan jam 8 ihh

Shakilla : gerbang Yeorim tutup jam se t8 bego

Ajun : im comeback guys

Raka mendongak, menatap teman nya tak percaya. Dengan kesal dan geram, ia melempar remot AC di sampingnya membuat sang empu mengaduh kesakitan.

"Aww-"

"Bagus, bukannya siap-siap malah sempet-sempetnya nimbrung ke grup," omel Raka. "Mau kena semprot Killa lo?!"

Pemuda itu mencibir pelan, memasang sepatunya sambil misuh-misuh.

Shakilla : gue tunggu 10 menit lagi, lewat dari itu awas lo pada ke rumah gue!

"Tuh kan udah pake tanda seru." ujar Raka panik.

Ajun yang mendengar jadi greget. "Iya iya ini nih." decaknya. Menyeret lengan Raka dan beranjak keluar.

~~~~*****~~~~

"Kok pada nggak bilang Killa punya sahabat cakep gitu sih?!" ujar Ines. Tak terima karena ketinggalan berita.

Rebeca ikut mengangguk. "Bisa-bisanya gue sebagai alat info Ipa 3 ketinggalan berita..."

Shakilla yang mendengar hanya meringis. "Kirainkan kalian pada tahu." ujarnya cengengesan sambil mengumpat dalam hati. Nggak ta u aja kelakuan tu kucrut dua kalau di rumah.

"Tapi gue rada kaget juga, ternyata dua anak baru yang sering digosipin sama anak kelas sahabatnya Killa." seru Byra nimburng. Mencocol sosis miliknya ke dalam saus.

"Gue juga baru jumpa mereka sih tadi pagi di parkiran sama si Jojo." timpal Ines. "Beneran ganteng anjir, kan sayang ya kalau nggak di masukin ke jajaran list gebetan."

Shakilla reflek menoleh. Bukan mempermasalahkan soal gebetan, namun kata Jojonya. "Jojo? ngapain?"

Ines mengangkat kedua bahunya tidak tahu. "Tapi mereka kayak ketawa-tawa akrab gitu. Biasa lah, Jojo mah buk Arum aja di buat ngakak."

"Boleh dong." timpal Ines menyenggol lengan temannya jahil.

Seakan tahu kode yang di berikan, Shakilla hanya menanggapinya dengan cengengsan. Bukan itu yang sekarang ia pikirkan.

"Semua aja Nes, semua." sewot Rebeca.

Ines mencibir pelan. "Biarin napa si sahabat lu bahagia bentar."

Gadis berambut pendek itu mendengus. "Kapan lu sedihnya bangke, kerjaan tidap hari perasaan cuma checkout belanja online."

Ines yang mendengar jadi melotot. "Lu kira gue always be happy apa? ngomong sekali lagi gue cocol sambel mulut lo!"

AKSHA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang