Seminggu sebelum pernikahan, Zhou Zishu diundang oleh selir Jiang Xinqian, ibu dari Wen Kexing untuk minum teh bersama. Jantung Zhou Zishu berdegup kencang karena akan bertemu dengan ibu mertuanya. Dia pernah mendengar bahwa Selir Jiang adalah wanita yang cantik dan ramah, tetapi juga sangat tegas.
Zhou Zishu memakai hanfu yang dia gunakan saat pertama kali datang ke istana. Sebelum Zhou Zishu pergi ke kediaman selir Jiang, dia membuat kue untuk selir Jiang dan berharap dia menyukai kue buatannya. Setelah selesai membungkus kue, Zhou Zishu langsung berjalan menuju ke kediaman selir Jiang tanpa seorang pun pelayan ataupun pengawal.
Selama berada di kediaman Wen Kexing, Zhou Zishu tidak mendapatkan fasilitas ataupun pelayanan apapun. Bahkan Zhou Zishu tidak mendapatkan tempat tidur yang layak. Ini semua karena perintah dari Wen Kexing, dia sengaja melakukan semua ini agar Zhou Zishu merasa tidak betah dan pergi dari kediamannya.
Zhou Zishu tidak mempermasalahkan semua itu, dia bahkan selalu membantu para pelayan dalam melakukan pekerjaan mereka. Para pelayan sangat menyukai Zhou Zishu karena dia adalah orang yang ramah dan rendah hati. Zhou Zishu juga sudah mengganggap mereka sebagai keluarganya, jadi mereka semua sangat akrab dengannya tetapi hanya jika tidak ada Wen Kexing.
Jika Wen Kexing ada, para pelayan harus menjauh dari Zhou Zishu dan tidak boleh mendekati ataupun membantunya sedikit pun. Zhou Zishu sama sekali tidak marah dan mengerti keadaan para pelayan, jadi dia juga berusaha untuk tidak membawa para pelayan dalam ke masalah.
*
*
Di kediaman Selir Jiang.
Di bawah sebuah pohon rindang yang besar, duduklah seorang wanita yang masih cantik parasnya walaupun sudah tidak muda lagi usianya. Wanita itu duduk sambil menikmati tehnya dengan beberapa pelayan di sekitarnya.
Wanita itu adalah selir Jiang Xinqian. Dia sedang menunggu kedatangan Zhou Zishu untuk minum teh bersama. Setelah beberapa menunggu, dia melihat dari kejauhan ada seorang pemuda cantik yang berjalan menuju ke kediamannya. Selir Jiang yakin itu adalah calon istri Wen Kexing dan menyuruh seorang pelayan untuk menjemput pemuda itu.
Pelayan itu berjalan menghampiri Zhou Zishu dan menuntut nya untuk bertemu dengan selir Jiang. Saat Zhou Zishu melihat selir Jiang, dia langsung membungkuk dan memberikan salam.
"Salam untuk selir Jiang, saya Zhou Zishu. Maafkan saya karena telah membuat Anda menunggu lama. Saya membawakan kue untuk Anda yang saya buat sendiri. Saya berharap selir Jiang berkenan menerima kue buatan saya"
Zhou Zishu langsung memberikan bungkusan berisi kue yang dia buat tadi kepada seorang pelayan yang ada di sana. Setelah itu dia di persilahkan untuk duduk bersama dengan selir Jiang.
"Kau adalah anak bangsawan Zhou, Zhou Zishu?"
"Benar, selir Jiang, saya Zhou Zishu anak dari Zhou Deshi"
"Tidak perlu terlalu formal denganku, karena sebentar lagi kau akan menikah dengan putraku. Jadi bisakah aku memanggil mu dengan panggilan yang lebih akrab?"
"Tentu, selir Jiang. Anda bisa memanggil saya A Xu, itu adalah nama panggilan yang di berikan oleh mendiang ibu saya"
"A Xu, nama panggilan yang bagus. A Xu, sudah ku katakan jangan terlalu formal denganku. Dan sekarang panggil aku ibu seperti Wen Kexing"
"Maaf saya tidak berani memanggil selir Jiang dengan sebutan ibu. Karena saya belum menikah dengan pangeran Wen Kexing"
"A Xu, tidak apa-apa. Ini adalah keinginan ku lagipula aku suka dengan sifat mu yang lembut dan juga sopan. Aku yakin kau sangat serasi dengan A Xing yang keras kepala"
"Apa maksud ibu? Siapa yang keras kepala?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sebelah selir Jiang.
"Anak ini, benar-benar membuat ibu terkejut. Tentu saja yang ibu maksud adalah kau dan A Xu. Kau yang keras kepala dan A Xu yang lemah lembut akan menjadi pasangan yang saling melengkapi. Ibu tidak sabar melihat kalian menikah" ucap selir Jiang dengan penuh semangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Strength (End)
Fanfiction'Lao Wen, kenapa kau tidak bisa percaya kepadaku sekali saja? Walaupun Kau membenciku dan tidak mempercayai ku, aku akan terus berusaha melindungi mu dari mereka. Aku mencintaimu, Lao Wen' ucap Zhou Zishu dalam batinnya sambil menangis. 'A Xu maafka...
