Di Kediaman bangsawan Zhou tinggal seorang pejabat menteri kekaisaran bernama Zhou Deshi. Zhou Deshi memiliki 2 orang putra dari 2 orang istri, Tan Fangyin dan Yang Zhilin. Zhou Fangyin melahirkan putra pertama yang diberikan nama Tan Fengyan, sedangkan Yang Zhilin melihat putra kedua yang di beri nama Zhou Zishu.
Semenjak kelahiran Zhou Zishu, Zhou Deshi memberikan lebih besar perhatian kepada Zhou Zishu dari pada kakaknya, Zhou Fengyan. Hal ini menimbulkan kecemburuan di hati Tan Fangyin dan Zhou Fengyan.
Setelah 10 tahun berlalu, ibu Zhou Zishu meninggal dunia karen penyakitnya. Semenjak itulah penderita Zhou Zishu di mulai.
Ketika Deshi pergi dari kediamannya untuk bertugas. Fangyin akan menyuruh Zishu untuk membersihkan seluruh kediaman dan juga menyuruh nya memasak. Zhou Zishu kecil yang malang hanya menuruti perkataan ibu tirinya dan melakukan semua perintahnya.
Zhou Zishu yang baru berumur 10 tahun sangat kesulitan memasak. Beberapa kali, dia melukai jarinya saat memotong sayuran. Walaupun begitu Zhou Zishu dapat membuat masakan yang enak, dia dapat memasak karena ajaran mending ibunya.
Jika Tan Fangyin memerintahkan Zhou Zishu untuk membersihkan seluruh kediaman dan memasak, Zhou Fengyan selalu mengusili Zhou Zishu dengan memecahkan barang. Pecahan itu bahkan sampai melukai Zhou Zishu, tetapi Zhou Fengyan tidak peduli dan selalu menyalahkan Zhou Zishu.
Zhou Zishu hanya akan merasa aman dan tenang ketika ayahnya kembali. Ketika ayahnya pergi, Zhou Zishu akan selalu disiksa orang ibu tiri dan saudaranya. Mereka bahkan menyuruh Zhou Zishu tidur di gudang dan makan makanan sisa mereka. Begitulah hari-hari yang dilewati Zhou Zishu setelah kematian ibunya.
*
*
Di istana kekaisaran.
Kaisar Wen Rongli memiliki dua orang putra yaitu, Wen Huangfu dan Wen Kexing. Wen Huangfu adalah anak dari permaisuri Li Meiling, sedangkan Wen Kexing adalah anak dari Selir Jiang Xinqian. Sang Kaisar sangat menyayangi kedua putranya.
Saat ini Wen Huangfu dan Wen Kexing sedang berada di ruang baca bersama dengan Kaisar. Mereka sedang belajar politik dan sastra. Wen Huangfu yang tidak begitu suka dengan belajar dan hanya ingin bermain. Dia sama sekali tidak memperhatikan ayahnya. Sedangkan Wen Kexing sangat antusias mengikuti setiap penjelasan ayahnya.
Setelah beberapa jam berlalu, pelajaran pun selesai. Wen Huangfu dan Wen Kexing diberikan waktu untuk berjalan-jalan ke luar istana bersama dengan beberapa pengawal dan pelayan. Mereka benar-benar sangat senang dan bersemangat.
Suasana ramai di kota karena banyak orang berlalu lalang ataupun sedang duduk santai di depan sebuah kedai. Saat sedang berjalan-jalan, Wen Kexing melihat sosok anak kecil manis yang sedang berbelanja. Di lihat dari wajah dan tingginya, dia yakin anak itu seumuran dengannya.
Ketika anak itu akan berjalan meninggalkan pedagang, sesuatu jatuh dari kantungnya. Wen Kexing pun mengambilnya dan melihat giok berwarna biru muda cerah yang indah. Wen Kexing pun mengikuti anak itu berniat untuk mengembalikan. Sesaat dia lupa bahwa dia telah meninggal para pelayan dan pengawal yang sedang cemas mencarinya.
Wen Kexing terus mengikuti anak itu diam-diam sampai dia tiba di kediaman bangsawan Zhou. Wen Kexing melihat anak itu masuk ke dalam sana dan dia mengikutinya masuk ke dalam saat penjaga tidak melihatnya.
Anak yang di ikuti oleh Wen Kexing adalah Zhou Zishu. Zhou Zishu di suruh oleh ibu tirinya untuk berbelanja dan memasak makanan malam. Saat sedang menuju ke dapur, Zhou Zishu tiba-tiba di tarik oleh Zhou Fengyan menuju ke kolam.
Zhou Fengyan tiba-tiba langsung mendorong Zhou Zishu kedalam kolam yang cukup dalam untuk anak-anak. Zhou Zishu yang tidak pandai berenang mulai berteriak, "TOLONG AKU, GE! AKU TIDAK BISA BERENANG!"
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Strength (End)
Fiksi Penggemar'Lao Wen, kenapa kau tidak bisa percaya kepadaku sekali saja? Walaupun Kau membenciku dan tidak mempercayai ku, aku akan terus berusaha melindungi mu dari mereka. Aku mencintaimu, Lao Wen' ucap Zhou Zishu dalam batinnya sambil menangis. 'A Xu maafka...
