09

6.2K 590 32
                                        

Saat matahari masih belum menampakkan dirinya, Zhou Zishu sudah bangun dan melakukan meditasi. Setelah selesai bermeditasi, Zhou Zishu segera mengeluarkan pedangnya untuk berlatih di dalam gudang. Hari ini dia ingin sekali berlatih karena sudah lama sekali tidak berlatih. Dengan lihainya, Zhou Zishu mengarahkan pedang lentur nya ke segala arah dan kakinya bergerak  sangat cepat bagaikan angin.

Tepat pada saat Zhou Zishu berlatih, Wen Kexing sedang mencari udara segar karena terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba Wen Kexing mendengar suara dari dalam gudang. Segera Wen Kexing berjalan ke arah gudang. Segera Wen Kexing membuka pintu gudang dan membuat Zhou Zishu terkejut sampai menjatuhkan pedangnya.

Mereka menatap satu sama lain karena terkejut. Zhou Zishu terkejut melihat kedatangan Wen Kexing, sedangkan Wen Kexing terkejut melihat Zhou Zishu memiliki sebuah pedang.

Sontak Wen Kexing langsung menatap tajam Zhou Zishu dan bertanya, "Apakah kau bisa ilmu bela diri?"

Zhou Zishu hanya mengangguk dan segera mengambil pedangnya. Wen Kexing masih terus menatap Zhou Zishu dan sesekali mengamati pedang milikinya.

"Dari mana kau mendapatkan pedang itu?" Tanya Wen Kexing pada Zhou Zishu.

Sambil menatap pedangnya, Zhou Zishu menjawab, "Pedang ini adalah milik mendiang ibuku. Dia memberikan pedang ini kepadaku saat aku masih kecil"

"Ku kira kau tidak memiliki kemampuan apapun, tetapi ternyata kau memiliki kemampuan bela diri juga. Bagaimana kalau kita mencoba untuk bertarung? Aku ingin melihat kemampuan mu" Zhou Zishu terkejut saat mendengar perkataan Wen Kexing.

Dia terdiam beberapa saat, dan kemudian berkata, "Maaf Wangye, aku bukanlah lawan yang tepat untukmu. Aku tidak mungkin bisa mengalahkan mu"

Mendengar jawaban Zhou Zishu, Wen Kexing merasa kesal. Tetapi dia hanya menghela nafas kasar dan berkata, "Dasar penakut... Tapi kau ada benarnya, kau tidak mungkin bisa mengalahkan ku"

Setelah itu, Wen Kexing pergi meninggalkan Zhou Zishu sendirian.
Seketika kaki Zhou Zishu melemas dan dia jatuh terduduk. Sejak tadi, Zhou Zishu telah menahan rasa gugupnya. Dia tidak menyangka Wen Kexing melihatnya berlatih pedang dan mengajaknya bertarung. Sontak Zhou Zishu langsung menolak untuk bertarung Wen Kexing. Alasan sebenarnya dia menolak bukan karena takut tidak bisa mengalahkan Wen Kexing, tetapi karena dia tidak bisa bertarung dengan orang yang dia cintai.

*
*

Di dalam ruang baca, Wen Kexing sedang duduk sambil memeriksa beberapa dokumen yang belum selesai. Wen Kexing mencoba untuk fokus memeriksa dokumen tetapi saat pikirannya selalu berisi tentang Zhou Zishu.

Sejak semalam dia selalu memikirkan kenangan masa kecilnya dengan Zhou Zishu. Wen Kexing sekarang sangat bingung harus bagaimana menghadapi Zhou Zishu. Dia sebenarnya ingin berbicara dengan Zhou Zishu, tetapi dia terlalu malu untuk mengatakannya.

Sesaat yang lalu, ketika Wen Kexing bertemu dengan Zhou Zishu yang sedang berlatih pedang di gudang. Wen Kexing merasa sangat gugup, tetapi dia berusaha menutupinya dengan wajah datarnya.

Setelah Wen Kexing melihat Zhou Zishu bisa menggunakan pedang, Wen Kexing langsung mengajaknya untuk bertarung tanpa berpikir panjang. Sebenarnya dia ingin mengajak bicara Zhou Zishu bukan bertarung tetapi dia terlalu malu untuk mengucapkannya. Jadi Wen Kexing menggunakan cara ini untuk mengajak Zhou Zishu berbicara. Dia berharap Zhou Zishu akan menerima ajakannya tetapi ternyata dia menolaknya. Saat mendengar itu, Wen Kexing merasa kesal tetapi kemudian dia menanggapi jawaban Zhou Zishu dengan angkuh. Kemudian Wen Kexing memutuskan untuk pergi meninggalkan Zhou Zishu sendirian.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengalihkan pikiran Wen Kexing. Segera dia menyuruh orang itu untuk masuk. Saat melihat Liu Riyu masuk, Wen Kexing langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri gadis itu.

You Are My Strength (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang