17

8.6K 730 36
                                        

Matahari sudah berada tepat di atas kepala, menandakan hari sudah semakin siang. Saat ini Wen Kexing dan Zhou Zishu masih berada di kamar dengan suasana canggung yang sangat melekat.

Setelah kejadian tadi pagi, Wen Kexing menyuruh Zhou Zishu tidur di ranjang. Sementara dia duduk di kursi dekat jendela sambil membaca beberapa dokumen. Zhou Zishu mencoba untuk menutup kedua matanya tetapi dia tidak bisa tidur. Begitu juga dengan Wen Kexing, dia tidak bisa fokus membaca dokumennya karena dia terus melihat ke arah Zhou Zishu.

'Aku tidak bisa tidur dan juga merasa sedikit gugup karena Lao Wen selalu melihat ke arah ku. Apa yang harus aku lakukan? Apa sebaiknya aku mengajaknya berbicara sekaligus meminta maaf sekali lagi karena sudah memecahkan guci nya?' batin Zhou Zishu.

Segera Zhou Zishu mendudukkan dirinya di atas ranjang dan menatap kearah Wen Kexing. Zhou Zishu menghembuskan nafasnya beberapa kali untuk membuat jantungnya tenang. Kemudian Zhou Zishu mengumpulkan keberanian untuk memanggil Wen Kexing.

"Wangye, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu" setelah mendengar suara Zhou Zishu, Wen Kexing segera berjalan kearahnya dan duduk di tepi ranjang. Wen Kexing tidak mengatakan apapun, dia hanya menunggu Zhou Zishu melanjutkan ucapannya.

"Wangye, maafkan aku, karena kecerobohan ku, guci mu menjadi hancur. Jika kau ingin menghukum ku sekarang, aku siap menerimanya. Aku sudah lebih baik, jadi aku bisa menerima hukuman darimu" mendengar ucapan Zhou Zishu, Wen Kexing menatapnya sedih.

'Seharusnya aku yang minta maaf kepadamu, A Xu. Aku telah menghancurkan giok mendiang ibumu. Tidakkah kau marah dan ingin menghukum ku?' batin Wen Kexing sendu.

Saat Zhou Zishu melihat wajah Wen Kexing terlihat sedih, dia menjadi merasa bersalah. Zhou Zishu berpikir bahwa guci itu sangat berharga untuk Wen Kexing sehingga dia menjadi sedih. Dengan berani Zhou Zishu menggapai tangan Wen Kexing dan menggenggamnya. Wen Kexing yang merasakan genggam tangan Zhou Zishu, langsung membalas genggaman dengan lebih erat. Wen Kexing ingin sekali mengatakan sesuatu, tetapi kata-kata itu tertahan di mulutnya. Wen Kexing merasa dirinya sangat pengecut karena tidak berani mengutarakan isi hatinya saat ini.

Setelah diam beberapa saat, Zhou Zishu memulai kembali percakapan, "Wangye, apakah kau lapar? Jika kau lapar, aku akan memasak makan untukmu. Tapi kalau kau tidak ingin memakan masakan ku maka, aku akan meminta salah satu pelayan untuk memasak makanan untuk mu"

"Aku mau, aku sangat ingin makan masakan buatan A Xu" ucap Wen Kexing antusias dan tanpa sadar dia memanggil Zhou Zishu dengan sebutan 'A Xu'.

"Wangye, kau memanggilku A Xu?" Tanya Zhou Zishu dengan mata berbinar-binar.

Mendengar itu, Wen Kexing baru sadar kalau dia tidak sengaja memanggil Zhou Zishu dengan sebutan 'A Xu'.

'Wen Kexing bodoh, kau harusnya bisa mengendalikan dirimu. Dia pasti bingung sekarang dan aku tidak bisa mengatakan kepadanya bahwa aku telah mengingat kenangan masa lalu kita' batin Wen Kexing.

"Apakah aku tidak boleh memanggilmu A Xu? Lagipula ibuku selalu memanggil mu, A Xu, jadi aku juga boleh memanggilmu A Xu kan?" Setelah Zhou Zishu mendengar ucapan Wen Kexing, binar-binar di matanya mulai meredup.

Melihat perubahan wajah Zhou Zishu, Wen Kexing bertanya, "Apakah kau tidak suka aku memanggilmu A Xu?"

"Bukan begitu, aku sangat suka Wangye memanggilku A Xu" jawab Zhou Zishu dengan sangat cepat.

'Aku pikir kau sudah mengingat ku, Lao Wen. Tetapi aku salah, kau memanggilku A Xu bukan karena mengingat masa lalu kita, tapi karena mengingat ibumu sering memanggilku A Xu. Walaupun begitu, aku sangat senang mendengar kau memanggilku A Xu' batin Zhou Zishu.

Suasana kamar kembali menjadi canggung. Wen Kexing yang melihat Zhou Zishu hanya diam langsung berdiri dan berjalan keluar dari kamar. Sementara Zhou Zishu terus mengamati punggung Wen Kexing yang mulai menjauh.

*
*

Setelah beberapa lama, Wen Kexing masuk kembali ke kamar sambil membawa sebuah nampan berisi dua mangkuk sup. Lalu Wen Kexing menaruh nampan itu di atas meja di tengah kamar. Kemudian dia menggerakkan tangannya membentuk isyarat, menyuruh Zhou Zishu untuk mendekati nya. Zhou Zishu yang mengerti maksud Wen Kexing, langsung langsung menghampirinya.

"A Xu, duduk dan makanlah" ucap Wen Kexing sambil menarik salah satu kursi untuk Zhou Zishu duduki.

"Terimakasih Wangye" ucap Zhou Zishu sambil tersenyum kepada Wen Kexing.

Wen Kexing membalas senyuman Zhou Zishu dan duduk di sebelahnya. Kemudian mereka makan sup itu dalam suasana diam.

"Apakah rasanya enak?" Tanya Wen Kexing setelah selesai menaruh dua mangkuk kosong di atas nampan.

"Sangat enak, apakah Wangye yang memasaknya?" mendengar pertanyaan Zhou Zishu, wajah Wen Kexing sedikit memerah dan dia mengangguk.

Dengan gugup Wen Kexing berkata, "a.. aku Bu.. bukannya tidak mau memakan masakan mu. Ta.. tapi saat ini kau sedang sakit, jadi aku menggantikan mu memasak"

'Lao Wen memasak sendiri? Padahal kan dia bisa menyuruh salah satu pelayan memasak. Kenapa dia harus repot-repot memasak sendiri? Hari ini Lao Wen terlihat sangat aneh' batin Zhou Zishu kebingungan.

"Wangye, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Zhou Zishu sambil menundukkan kepalanya.

"Tentu, katakan saja apa yang ingin kau tanyakan" jawab Wen Kexing.

"Hari ini kau terlihat sangat aneh. Aku bukannya tidak suka dengan perubahan sikapmu, tapi aku hanya sedikit bingung. Apakah kau sedang menginginkan sesuatu?" mendengar ucapan Zhou Zishu, Wen Kexing menjadi bingung.

"Apa yang sedang kau pikirkan tentang ku?" tanya Wen Kexing sambil melihat wajah tertunduk Zhou Zishu.

"Aku tahu, Wangye tidak suka padaku. Karena itu aku bingung, kenapa hari ini sikapmu berubah? Bahkan saat aku memecahkan guci mu, kau tidak marah padaku seperti biasanya. Aku hanya berpikir mungkin kau sedang menginginkan sesuatu dariku?" Ucap Zhou Zishu sambil memainkan ujung hanfunya untuk menahan rasa takut.

Wen Kexing terdiam sejenak dan kemudian berkata, "Aku tidak ingin apapun darimu. Aku hanya ingin berteman denganmu"

"Teman?" tanya Zhou Zishu sambil mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Wen Kexing.

"Iya, untuk sekarang aku ingin berteman denganmu. Kau maukan berteman denganku?" Zhou Zishu tersenyum dan mengangguk dengan antusias.

'Berteman? Wen Kexing bodoh, apalagi yang kau ucapkan ini. Seharusnya aku meminta maaf padanya, bukan mengajaknya berteman. Tapi ini juga ide yang bagus. Jika aku berteman dengannya, perlahan-lahan aku bisa meminta maaf padanya' batin Wen Kexing.

'Aku sangat bersyukur Lao Wen mau membuka hatinya untukku. Walaupun hanya di anggap menjadi teman, aku sangat bahagia' batin Zhou Zishu.

"A Xu, sekarang kau harus minum obat dan beristirahat agar cepat pulih. Ayo kembali ke tempat tidur" ucap Wen Kexing sambil berdiri dari kursinya. Zhou Zishu mengangguk, kemudian dia meminum obatnya dan beranjak untuk pergi ke tempat tidur.

Saat Zhou Zishu hampir sampai di tempat tidur, kepala terasa sakit dan tubuhnya mulai tidak seimbang. Wen Kexing yang melihat Zhou Zishu hampir terjatuh, langsung memeluk pinggangnya dan menuntunnya untuk duduk di tepi ranjang.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Wen Kexing dengan raut wajah khawatir.

"Aku baik-baik saja, terimakasih telah menolongku" ucap Zhou Zishu sambil tersenyum untuk menghilangkan rasa khawatir Wen Kexing.

"Sekarang kau lebih baik tidur, jika kau membutuhkan sesuatu katakan padaku" ucap Wen Kexing sambil menyelimuti tubuh Zhou Zishu yang sudah berbaring di atas ranjang.

Perlahan kedua mata Zhou Zishu tertutup dan dia mulai tertidur. Wen Kexing yang melihat Zhou Zishu sudah terlelap, langsung pergi dari kamar dan berjalan ke ruang baca.

TBC...

Masih awal, temenan dulu (◍•ᴗ•◍)❤

Terimakasih untuk semua yang masih mengikuti cerita ini.

Jangan lupa untuk vote yaa 😁

See you next chapter 🙂

You Are My Strength (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang