~Hay Call me- Yaya
Jika ada typo atau kalimat berulang-ulang mohon direfresh ulang ceritanya. Oke enjoy and happy reading gaes.🥳
Budayakan VOTE!
sebelum baca!!!
°°°🥳°°°
Helaan nafas terus terdengar bersautan dari kelima siswa yang sedang dijemur di lapangan itu, sesekali menyeka peluh yang mulai mengucur di wajah tampan mereka.
"Sial panas banget!" Areska berdecak keras sembari mengerakkan badannya gelisah.
Barat pun sama dengan tak nyaman ia menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri, "dua jam lagi," lirihnya.
"Gila nih kumis, kalau ngasi hukuman nggak kira-kira. Mana gue tadi pagi nggak mandi, gatel banget nih badan," gerutu Biyan, ia tak lagi hormat, tangannya bergerak menggaruk seluruh badannya.
Zahid dan Zidar hanya menatap ketiga sahabatnya yang seperti cacing kepanasan. Bukannya mereka tak merasakan hal yang sama tapi karena tatapan para siswi Zahid pun ikut cara Zidar agar cool.
"Zahid—," Biyan menyenggol lengan Zahid kuat hingga sang empu sedikit oleng, "cendol prapatan! Lo marah sama gue? gue salah apa?"
Zahid menurunkan tangannya lalu menatap Biyan tajam, tatapan yang jarang ia perlihatkan, "pakai nanya lagi! lo mikir aja sendiri!"
"Nggak usah kayak cewek deh, ribet! gue salah apa kasih tau cepat!" Biyan terus mendesak sahabat satunya ini, karena dari tadi pagi Zahid sama sekali tak menyahuti banyolannya.
Zahid menginjak kaki Biyan, "gue malu masih marah ya soal lo yang suruh gue pakai kolor spongebob, itu kolor siapa!"
Biyan tertawa kencang, "lo sendiri ngapain ngikutin apa yang gue suruh? Sekarang siapa yang bego?"
Zahid diam tak berkutik, detik berikutnya tangan Zahid dengan lincah menganiaya Biyan seperti ibu tiri.
"Lo berdua berisik banget!" Zidar membuka suara melirik dua curut yang sedang asik adu tampol.
"Udah! Gila banget empat jam suruh disini," Areska menegakkan tubuhnya, "cabut!" serunya yang langsung diikuti keempatnya.
Biyan dengan girang mengikuti langkah sahabat-sahabatnya, "kalau habis ini dapat tambahan, fiks pak kumis gemes sama wajah tampan gue," soraknya senang.
"Mel sekolah?" tanya Zidar yang membuat langkah Areska terhenti.
Dengan cepat Areska memutar tubuhnya menatap gadis mungil yang sedang berjalan menuju kantin itu.
"Kok lo bolehin Mel sekolah? Dia udah baikan?" sahut Barat.
Areska menggeleng, "nggak ada, gue susulin dulu,"
Dengan sedikit berlari Areska berhasil mencekal pergelangan tangan Mel, "mulai bandel hmm?"
Nafas Mel seolah berhenti, "kak Eska?" lirih Mel berbalik badan, "Hay?"
"Hay?" Areska menaikkan salah satu alisnya bertanya, "siapa yang ijini kamu sekolah?"
"Kak Eska kan masih diskors kenapa sekolah?" tanya Mel balik.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Meldy!"
Mel tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapih, "aku udah sembuh kok,"
"Siapa bilang? Aku bolehin kamu pulang itu karena kamu yang ngerengek. Dan hal itu aku lakuin biar kamu lebih rileks saat istirahat di rumah, bukannya malah pergi sekolah kayak gini?" nada Areska sedikit rendah membuat bulu kuduk Mel meremang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eskamel
Teen Fiction[SEBAGIAN PART DI PRIVATE, FOLLOW AGAR BISA MEMBACA LEBIH LANJUT] /CERITA INI BANYAK MENGANDUNG KATA DAN ADEGAN KASAR JUGA SEDIKIT BUMBU-BUMBU KEBUCINAN!!! 📌JANGAN SAMAKAN CERITA INI DENGAN CERITA LAIN KALAU BELUM MEMBACA KESELURUHANNYA 📌CERITA IN...
