~Hay Call me- Yaya
Jika ada typo atau kata berulang-ulang mohon direfresh ulang ceritanya. Oke happy reading gaes🥳
°°°🧊°°°
Pagi begitu cerah, secerah pemandangan yang Areska lihat. Didepannya kini ada gadis kesayangan yang sedang memasak nasi goreng kesukaannya.
"Harum, pasti enak," ucap Areska sambil tersenyum.
Mel yang melihat senyum manis Areska pun tanpa sadar ikut tersenyum, "semoga," jawabnya lirih.
Mel matikan kompor, lalu menyajikan nasi goreng buatannya, "dimakan kak,"
Areska mengangguk lalu menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya, tapi saat mengunyah senyum Areska luntur.
"Behhh uwekk, kamu bisa masak nggak si Mel, kenapa rasanya Asin banget?!" bentak Areska sambil berdiri dan membanting piring beserta gelas minum yang membuat Mel terkejut setengah mati.
Mel merai sendok bersih diatas meja lalu mencoba memakan nasi goreng itu dan benar rasanya agak asin, "maaf kak, aku nggak-"
"Diem..." potong Areska marah, "bodoh, masak nasi goreng gitu aja nggak bisa. Terus bisa lo apa ha?!"
Mel menunduk dalam sambil meremas ujung kaos yang ia pakai, "kak Eska maaf-,"
Areska mengangkat tangannya, "udah, gue muak sama lo. Cewek yang nggak bisa apa-apa nggak ada kelebihan sama sekali, lo sebenarnya niat hidup nggak si?!"
Areska membanting kursi cukup keras hingga membuat Mel mundur beberapa langkah, "kenapa? Lo takut?" Areska tertawa remeh, "dengerin gue Mel, lo itu cuman cewek lemah yang penuh dengan kekurangan. Didalam diri lo nggak ada sedikitpun kelebihan, nggak ada. Lo nggak cantik, lo nggak pinter, lo nggak seksi. Lo cuman cewek pendek yang nyusahin. Sekarang lo ngerti kan deskripsi diri lo?"
Menutup mata rapat-rapat, Mel ingin dirinya tak mendengar semua itu. Perkataan Areska selalu membuat mentalnya kembali down. Seolah tingkah manis Areska selama ini hanya sandiwara semata.
Plak...
Suara tamparan itu membuat Mel membuka matanya lebar-lebar, suaranya sangat nyaring dan rasa sakitnya begitu nyata. Ya Areska menamparnya.
"Gue nggak suka, kalau gue ngomong lo malah merem," sergah Areska kembali melayangkan tamparannya.
"Maaf kak," ucap Mel lirih sambil menunduk dalam.
Areska berdecak keras, "Bego, goblok. Dua kata buat lo," katanya tepat didepan wajah Mel, "nyesel gue bawa lo kerumah ini. NGGAK GUNA!!"
Tatapan tajam Areska terus ia layangkan, menatap kekasihnya yang terlihat jelas sangat ketakutan, "sekarang lo pulang, jalan atau apapun silakan. Karena gue males nganter lo pulang,"
Mel hanya mampu mengangguk kecil, "iya kak. Aku permisi," pamit Mel mengambil tas selempang lalu berlalu keluar dari rumah Areska.
Areska mengatur deru nafasnya, berjalan kedepan. Areska mengamati Mel dari jendela, disini Areska dapat melihat jelas Mel sedang menangis tersedu-sedu tapi buru-buru Mel menyeka air matanya lalu berjalan menjauh.
Areska yang merasa bersalah langsung mengejar Mel menggunakan motor sport-nya. Mengamati setiap jalan akhirnya Areska menemukan keberadaan Mel.
Gadis itu sedang duduk termenung di bangku taman, Areska juga dapat melihat bahunya bergetar tanda Mel sedang menangis. Areska ingin mendekat tapi niatnya urung saat ada seorang berpawakan tinggi memakai pakaian serba hitam berjalan dari arah belakang Mel dan tunggu ditangan orang itu memegang pisau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eskamel
Teen Fiction[SEBAGIAN PART DI PRIVATE, FOLLOW AGAR BISA MEMBACA LEBIH LANJUT] /CERITA INI BANYAK MENGANDUNG KATA DAN ADEGAN KASAR JUGA SEDIKIT BUMBU-BUMBU KEBUCINAN!!! 📌JANGAN SAMAKAN CERITA INI DENGAN CERITA LAIN KALAU BELUM MEMBACA KESELURUHANNYA 📌CERITA IN...
