49|| ESKAMEL

1.4K 102 0
                                        

~Hay Call me- Yaya

Jika ada typo atau kalimat berulang-ulang mohon direfresh ulang ceritanya. Oke enjoy and happy reading gaes.🥳


KOMEN AJA, GIMANA TANGGAPAN KALIAN? PENGIN LIHAT GIMANA SI RESPON KALIAN SAMA CERITA INI.

JANGAN LUPA VOTENYA, TERIMAKASIH :)

°°°🥳°°°

Udara pagi ini begitu sejuk hingga membuat cowok tampan itu semakin meringkuk di atas tempat tidur.

Mel yang melihat wajah damai suaminya tak tega untuk menganggu, dengan pelan Mel mendudukkan diri disamping tubuh meringkuk Areska.

Mengelus surai hitam itu lembut, Mel tersenyum sangat tulus, "jangan pergi lagi ya, Mel takut sendirian,"

"Kak Eska tau, hampir satu bulan terakhir Mel nggak bisa ngelakuin apapun dengan fokus," berhenti sejenak saat Areska menggeliat, "kalau boleh jujur lebih baik kak Eska memperlakukan Mel seperti dulu dari pada kak Eska pergi jauh,"

Mel mendongak menatap plafon mencoba menerawang kejadian satu tahun yang lalu.

Flashback on

"Lo ngapain?"

Spontan menoleh kebelakang hingga kening gadis berkuncir kuda itu terjedot di pintu lab MIPA 2, "ini kak, Mel—Mel mau ambil anu——anu disuruh——,"

"Gila."

Mel mengerut tak suka, ia masih waras tapi kenapa pacarnya sendiri mengatakan bahwa Mel gila.

"Minggir!" Areska mencekal pundak Mel lalu menyingkirkan badan mungil itu.

Mel mengamati gerak-gerik Areska, mulai dari Areska yang tengah mengatur tatanan botol berisi cairan praktik sampai Areska berpindah menyusun buku di rak pojok lab.

"Lo kelas berapa, terus ngapain disini?"

"Eh, anu kak, saya dimintai tolong sama bu Nur untuk ambil buku praktikum kelas 11," jelas Mel sembari menatap cewek modis dihadapannya.

"Oh," Laras menatap Mel intens dari atas sampai bawah, "lo jadi cewek biasa banget si. Cantik nggak, modis apalagi, badan nggak bagus, pendek gendut." ucap Laras menohok.

Mel hanya bisa membisu mendengarkan hal itu, kata kasar dan bully-an sudah sering Mel dengar, jadi untuk apa sakit hati.

"Kalau lo ngerasa dia nggak cantik, terus kenapa lo kayak ngerasa kesaingi?" kata Areska tiba-tiba.

Laras tersenyum lebar, "kamu disini Res,"

Areska membalas senyum manis Laras, "lo ngapain disini?"

"Nggak papa si, tadi gue lihat dia," Laras menunjuk wajah Mel dengan ekspresi jijik, "jelek kan dia, masih cantik aku dong,"

"Iya." balas Areska masih tersenyum, "dia emang biasa-biasa aja, masih cantikan lo,"

Laras tersenyum bangga, mengibaskan rambut berwarnanya sombong. Kembali memandangi Mel, Laras berkata pedas, "jangan bilang lo kesini mau caper sama Ares, ingat ya tipe Ares nggak kayak lo. Gadis kampung,"

"Laras, pak Bayu udah ada dikelas buruan." teriak cewek dengan baju pres yang langsung diiyakan Laras.

Sedikit mendorong pundak Mel, Laras berlalu pergi dengan wajah berseri-seri.

EskamelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang