20|| ESKAMEL

2.6K 126 0
                                        

~Hay Call me- Yaya

Jika ada typo atau kalimat berulang-ulang mohon direfresh ulang ceritanya. Oke enjoy and happy reading gaes.🥳

°°°🥳°°°

"Hay Res," sapa Cyndi saat melihat Areska diparkiran.

Areska menoleh lalu menyunggingkan senyumnya, "Hay cyn, udah lama nggak ketemu."

Cyndi terkekeh pelan, "kamu si sibuk, sejak ketemu malam itu kita jadi jarang ngobrol," keluhnya sambil sedikit mencubit lengan Areska.

"Sorry cyn, waktu itu gue buru-buru—"

"Nggak papa Res, santai aja," sela Cyndi, "ehmm Res, kamu nggak jadi ngomong sesuatu sama aku?"

Areska mengacak rambut Cyndi pelan, "luapin, gue juga lupa mau ngomong apa,"

Mata Mel memanas melihat dua sejoli didepan sana, membalikkan tubuhnya Mel meraup wajahnya kasar, "ishh genit banget suami gue,"

"Ha? Suami?" Naraka kaget saat mendengar sebutan itu keluar dari bibir Mel.

Mel membekap mulutnya lalu menggeleng, "ahh enggak, lupain,"

Naraka tersenyum mengejek, "kenapa kaget? Itu emang kelakuan Areska Gempata Audwine si DEWA SEMPURNA SMA ini,"

"Segenit itu?"

Naraka mengedipkan matanya bergantian, "bukan genit, semua bilangnya friendly. Semua cewek ditanggepin sama dia, ya meskipun dia tau batas si," Naraka sedikit menyibakkan rambutnya.

"Tapi sejak lo amnesia, dia sedikit berubah, nggak separah dulu," lanjut Naraka tenang.

Mel menggigit bibir bawahnya sebal, jadi sebelum Mel kecelakaan dia harus menahan rasa sakit saat menjalin hubungan dengan Areska? Mel tak terima, ia tak boleh lemah. Seperti kata Naraka!.

"Awas aja, dirumah aku goreng kamu kak," gumam Mel.

"Ha? Apa?" tanya Naraka memastikan.

Mel menarik tangan Naraka keras, "ayo jahat! Kenapa harus baik kalau jadi jahat itu seru." ucap Mel lantang lalu pergi menuju kelasnya.

Areska yang hafal betul dengan suara itu, menoleh kebelakang lalu berdecak keras, "gue duluan," ujar Areska lalu meninggalkan Cyndi.

Cyndi menatap punggung Areska yang menjauh dengan tatapan yang sulit diartikan. Mengeluarkan benda pipih dalam sakunya.

"Kak David, bordiran huruf R di jaket, dada sebelah kiri." ketiknya lalu menekan tombol send.

"Maaf Res, gue emang cinta sama lo. Tapi dendam jauh lebih penting." gumam Cyndi sambil tersenyum licik.

---🧊---

Mel mendudukkan pantatnya kasar, melipat kedua tangganya diatas meja dan dijadikan bantalan untuknya tidur.

"Lo kenapa si Mel lesu amat, masi kepikiran kejadian tadi?"

Mel mengibaskan tangannya didepan wajah Naraka lalu menatap Naraka intens, "nggak tau ada yang aneh aja. Kayak ada sesuatu didalam diri gue yang mau keluar,"

Naraka mencekal tangan Mel dan menaruhnya kembali diatas meja, "oh ya apa? Lo cemburu?"

Mel mengangguk lalu menggeleng, "Cyndi itu sepupu gue, katanya dia anak dari tante  Morisca,"

Mata Naraka membulat seketika saat mendengar penuturan Mel, "APA? Jadi lo juga cucu Maharani Maharjaya?" seruan keras Naraka.

"Maharjaya siapa?"

EskamelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang