38|| ESKAMEL

1.5K 100 2
                                        

~Hay Call me- Yaya

Jika ada typo atau kalimat berulang-ulang mohon direfresh ulang ceritanya. Oke enjoy and happy reading gaes.🥳

Budayakan VOTE!
sebelum baca :)

°°°🥳°°°

Semua anggota Règle sudah berpencar ke seluruh tempat di kota ini, bahkan Barat pun meminta bantuan kepada anak buah papanya yang jumlahnya lebih banyak dari pada anggota Règle sendiri.

"Jawab gue!" bentakan itu membuat semua anggota Règle menoleh serempak tak kecuali Areska, "Mel mana?"

"David?" gumam Areska, bagaiman cowok itu bisa tau masalah ini, "buat apa lo kesini?"

David menatap Areska tajam, anggota Loriedz pun ternyata ikut, "adik gue mana bangsat?!"

"Adik?" beo Zidar tak percaya.

"Apa maksud lo ngakuin Mel adik, gue belum kasih keputusan apa kita akan damai atau nggak," ketus Areska.

Terdengar decakan kesal dari cowok berjaket coklat tua itu, "kita lupain masalah itu Res, sekarang mana adik gue!"

Barat menahan tubuh Areska yang mulai tersulut emosi dan ingin mendekati David, "sadar bego! Mel sekarang hilang. Lupain dulu masalah kita sama Loriedz!"

Semua mata membelalak tak percaya saat Barat menonjok wajah Areska kencang, "gue mohon Res, tahan semua. Mel sendirian," lirih Barat seperti orang putus asa.

Bukannya marah Areska justru menunduk dalam merutuki kebodohannya, "ayo!"

Setelah semua anggota Règle berpencar, Zidar mendekat keanggota Loriedz, menepuk pundak David pelan.

"Gue tau kekhawatiran lo, ini semua bukan salah Ares. Yang penting kita cari adik lo sekarang," ujar Zidar sangat tenang, ia tak mau terlihat panik hingga emosinya akan sulit dikendalikan.

David mengangguk lalu memberi instruksi kepada anggotanya untuk ikut berpencar dan fokus mencari Mel.

"Hutan?" ujar Areska lirih, berfikir sejenak otak Areska lalu mengingat sesuatu, "Hutan! Semua mencar dari segala sisi!"

"Lo yakin Eric bawa Mel kehutan?" tanya Biyan ragu.

Areska melirik Biyan sejenak lalu mengangguk, "di dekat danau kecil dihutan ini ada pabrik kosong,"

Mendengar sedikit penjelasan Areska, anggota Règle yang sekarang dipimpin oleh Barat langsung menyelusuri hutan gelap didepannya ini.

Dilain tempat Zidar dan David terus menyelusuri hutan dari arah belakang. Zidar yang melihat wajah khawatir David mencoba menguatkannya dengan menepuk pundak cowok itu.

"Mel, kamu dimana? Ini kakak please jawab Mel..." Teriak David.

"Mel..."

Sudah lebih dua puluh menit mereka menyelusuri seluruh hutan ini tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Mel.

David yang mulai kalut memukul pohon disampingnya kuat hingga tangannya mengucurkan darah segar.

"Jangan lagi please, baru kemarin gue janji sama diri gue, sekarang gue nggak bisa langgar janji itu," teriak frustasi yang terdengar sangat memilukan.

"Zidar," panggil Zahid, "komplek Cemara. Dibelakang masih ada rumah-rumah kosong!" ucap Zahid yang langsung membuat pikiran Zidar kembali terbuka lebar.

"Yang lain udah jalan, ayo buruan!" sambung Zahid.

David menoleh, menatap Zahid bertanya, "dari mana lo yakin Mel ada disana. Kalau dia ada disini gimana ha?!"

EskamelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang