C.43

1.7K 232 106
                                        

Mau buka lapak jualan bawang disini, siapa tau laku😆

Oke next, selamat membaca!!


🍒 Typo 🍒

~
..
.
..
.
..
~

Happy Reading!!

23.20 pm

Bukannya tidur, Jessica kini tengah bersandar di headboard kasurnya, wanita itu tengah melihat isi buku diarynya yang di kembalikan Seohyun.

Memang tak ada yang begitu spesial dari buku itu, karena itu hanyalah buku diary saat ia di semester pertama perkuliahannya, tapi yang membuatnya betah melihatnya adalah dibeberapa bagian terakhir buku tersebut. Dimana dibeberapa bagian akhir halaman buku itu ada beberapa tulisan tangan yang tentu saja itu bukan miliknya. Itu tulisan milik mendiang Jae Joong, ya Jessica tau itu.

Dear Jessica.

Sica, ini adalah photomu yang aku ambil tanpa sepengetahuanmu, maafkan aku. Tapi aku tak bisa melewatkan pemandangan indah ini untuk tak diabadikan. Maka dari itu aku mengambilnya tanpa kau tau. Maafkan aku.

Kau terlihat sangat indah dengan pemandangan sunset disekitarmu, meski wajahmu di gambar ini tak terlihat jelas, tapi aku bisa melihat dengan jelas keindahan dan kecantikanmu. Apalagi dengan calon buah hati kita yang masih berada di dalam perutmu itu, sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan mataku.

Jessica membaca tulisan di salah satu lembar halaman diary dengan sebuah photo yang menampakkan siluet Jessica yang sedang duduk di balkon apartemen ditemani dengan view sunset yang berwarna jingga karena hari yang akan beranjak malam, sungguh, meski sederhana, photo itu sangat indah.

"Kau pria baik Jae, tidak seharusnya kau memikirkanku, kau tak salah Jae, hanya saja saat itu aku benar-benar tak bisa mengendalikan diriku sendiri. Maafkan atas ke egoisanku Jae." Tetesan cairan bening itu kembali terjatuh.

Kemudian ia melihat photonya saat masih dirumah sakit dengan bayi mungil yang berada di atas badannya tengah menyusui. Tangannya mengusap lembaran itu, ia tersenyum dengan bibirnya yang sudah bergetar.

"Ternyata baby mommy benar-benar tak pernah pergi, ternyata baby mommy memang masih hidup seperti mimpi yang sering mommy alami, maafkan mommy sayang,, selama ini mommy merindukanmu,, mommy menyesal sempat hampir membunuhmu juga. Mommy selalu merindukanmu baby. Hikss." Ia mulai terisak saat melihat photo yang memperlihatkan perkembangan Jennie yang hanya bisa ia lihat dari beberapa lembar photo itu.

Lalu ia memegang dadanya yang terasa sesak setiap kali ia merindukan bayi kecilnya yang selama ini ia pikir benar-benar sudah meninggal.

"Sungguh aku merindukannya,, aku menyayanginya bahkan sebelum ia lahir kedunia ini. Tapi karena trauma sialan itu membuatku tak bisa mengungkapkannya Jae." Jessica semakin terisak, ia memeluk photo putrinya itu.

Sungguh ia sangat merindukannya, apalagi tadi saat mendengar suaranya yang imut dan ceria saat berbicara dengan Krystal.

"Andai saat itu kau meminta meminta izin lagi untuk membawanya bersamamu Jae, maka akan aku pastikan aku tidak akan mengizinkannya. Tapi mungkin kau terlalu memikirkanku Jae sehingga kau harus merelakan putrimu tumbuh tanpa ibu kandung disisinya. Itu jahat Jae, seharusnya kau memaksaku Jae, seharusnya kau bersikap lebih keras padaku saat itu Jae. Hikss." Air matanya terus mengalir tanpa henti.

ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang