🍒 Typo 🍒
~.~
🌱
🌳
🌿
🍃
🍂
~.~
Happy Reading!!
Setelah makan siang yang sedikit terlambat tadi, sekarang ketiganya sudah berjalan menuju kamar Jennie setelah duduk-duduk sebentar tadi. Sekalian membangunkan Jennie agar makan karena memang tadi sebelum tidur Jennie belum sempat makan siang.
Saat masuk kamar gadis itu, terlihat jika matanya masih terpejam dan tertidur nyaman didalam selimutnya, baby pacifieenya sudah terlepas. Mereka tersenyum melihatnya namun semakin mendekat Seohyun malah mengkerutkan keningnya saat melihat pergerakan Jennie yang nampak gelisah dan wajahnya yang nampak pucat.
Melihat itu Seohyun segera duduk di pinggir kasur dan menempelkan punggung tangannya di kening Jennie. Benar saja dugaannya, kening Jennie hangat dan bibir pucatnya mulai nampak gemetar dan hal itu membuatnya panik.
"Appa,, eomma.. dingin,, mommy." Samar-samar terdengar suara lirih Jennie meski matanya masih terpejam.
"Baby kamu demam sayang? Ya Tuhan baby kamu dengar eomma sayang?" Ucapnya mulai mengelus pipi Jennie yang juga terasa hangat.
"Demam?" Tuan Jung pun langsung duduk dan memeriksa cucunya, benar badannya panas dan mulai menggigil diwaktu bersamaan.
"Iya paman badannya panas sekali, aku ambil obat dan juga kompresan dulu." Dalam keadaan paniknya Seohyun yang hendak mengambil obat dicegah oleh Yong Hwa.
"Kita bawa baby Jen ke rumah sakit saja ya agar di tangani dokter. Badannya sangat panas." Usul Yong Hwa yang juga sempat memeriksa keadaan Jennie, tuan Jung memgangguk setuju usulan Yong Hwa.
"Kita pergi sekarang, Yong kamu tuntun istri kamu biar paman gendong Jennie." Tuan Jung mulai mengambil alih tubuh Jennie untuk ia gendong tak lupa ia tutupi tubuh cucunya yang menggigil itu dengan selimutnya.
Mereka pun mulai pergi dengan perasaan cemas karena badan Jennie terasa sangat panas, apalagi melihat tubuhnya yang menggigil.
~ 🐻 ~
Selama perjalanan ke rumah sakit Seohyun sudah menangis memikirkan kesehatan Jennie, apalagi terdengar Jennie yang mengeluh sakit kepala dan sempat mual dan seperti ingin muntah. Yong Hwa yang sedang menyetir berusaha agar tetap tenang dan menguatkan istrinya agar tenang juga.
Sementara tuan Jung yang tengah memangku Jennie terus memeluk cucunya yang dibaluti selimut itu. Jennie masih menggigil dan sesekali mengingau dengan tak jelas serta terus mengeluh sakit kepala.
Tuan Jung terus merapalkan doa untuk cucunya. Selama mereka bertemu dari beberapa bulan yang lalu, baru kali ini ia melihat keadaan cucunya yang nampak begitu lemah dan hal ini membuatnya sangat khawatir.
Tak sampai setengah jam mobil Yong Hwa sudah terparkir di rumah sakit, tuan Jung langsung keluar dan berlari membawa Jennie ke dekat ruangan UGD agar segera diperiksa oleh dokter, Seohyun pun mengikutinya dibelakang. Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, barulah Yong Hwa turun dan menyusul mereka berdua.
Jennie sudah di dalam ruangan UGD untuk diperiksa, sementara mereka bertiga menunggu dengan cemas diluar ruangan.
Cukup lama menunggu hingga sekitar setengah jam-an dokter yang memeriksanya keluar dan menjelaskan keadaan Jennie sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance
De Todo"Siapa gadis kecil yang kau bawa appa?" "Namanya Jennie Ruby Jane Kim mulai sekarang dia tinggal bersama kita karena dia akan menjadi cucu appa." "Whaaat?!!." Kaget mereka . . . . . . . 》♡《Kesempatan tak terduga pada Jessica Jung yang membuatnya ha...
