🍁typo🍁
~
..
.
..
~
Happy Reading!!
Sekarang mereka sudah berada di rumah dimana Jae Joong dan Jennie tinggal. Tuan Jung menatap sekeliling rumah sembari menunggu Jae Joong yang sedang mengantarkan Jennie ke kamar karena gadis itu tertidur.
Memang terbilang sederhana namun rumah ini terasa sangat nyaman, dan juga tak begitu kecil.
"Maaf paman jika sedikit lama, putriku memang harus ditunggu dulu sampai ia benar-benar nyenyak." Ujar Jae Joong tak enak saat baru kembali menemui tuan Jung sambil membawa segelas minuman untuk mantan mertuanya itu.
"Silahkan di minum paman, hanya ini seadanya." Jae Joong mempersilahkan.
"Ne, gomawo." Tuan Jung langsung meminum minuman itu dan merasa lega saat air dingin itu melewati tenggorokannya.
"Sepertinya paman memang sedang haus." Ucap Jae Joong saat melihat ekspresi tuan Jung saat minum, tuan Jung hanya membalasnya dengan kekehan kecil karena candaan mantan menantunya ini.
"Kamu bisa saja Jae, tak pernah berubah, dan oh ya kenapa kamu kembali memanggil saya paman Jae? Bukankah saya sudah bilang meskipun kau bukan menantu saya lagi, tapi kau tetap saya anggap anak." Protes tuan Jung karena sedari tadi Jae Joong terus memanggilnya paman.
"Aku hanya merasa tak berhak lagi memanggil begitu, aku bukan bagian dari keluarga Jung lagi." Balas Jae Joong tersenyum tipis.
"Baiklah saya mengalah jika memang kau nyaman dengan panggilan itu, tapi yang perlu kau tau, saya sudah menganggapmu anak, jadi jangan sungkan dan bersikaplah seperti beberapa tahun yang lalu."
Jae Joong mengangguk dengan senyum tipisnya, "Ne baiklah, apapun itu selagi tak merugikan siapapun." Ujar Jae Joong akhirnya.
Tuan Jung tak pernah berubah, meski sudah beberapa tahun tak bertemu, itulah yang Jae Joong lihat sekarang mengenai mantan mertuanya ini.
"Jadi Jae, bisa kau mulai menjelaskan tentang semua ini, tentang Jennie putrimu yang kau sebut cucuku itu." Tuan Jung mulai bertanya mengenai semua ini.
"Baik paman, sebentar, aku akan ke kamar untuk mengambilkan sesuatu." Jae Joong kembali memasuki kamarnya dan tak sampai lima menit ia kembali lagi dengan sebuah map coklat besar ditangannya.
Ia meletakkan map itu di hadapan tuan Jung. "Ini semua data tentang putriku Kim Jennie, semuanya masih lengkap, data-data saat ia dilahirkan bahkan tentang akta kelahirannya. Meskipun Jessica tak bersama kami, tapi aku tak bisa memalsukan tentang kebenaran siapa ibu kandung putriku, jadi aku memasukkan data diri Jessica agar tetap bisa dicatat di aktanya sebagai ibu kandung Jennie." Jae Joong menjelaskan apa yang ada di map.
Setelah melihat semuanya, tuan Jung tak meragukan kebenaran dari berkas-berkas itu, tapi ada satu pertanyaan besar yang membuatnya masih sulit mencerna semua ini.
"Jae, bukan maksud saya meragukan kebenaran ini, tapi jika benar Jennie yang sekarang bersamamu adalah Kim Jennie cucuku dulu, lalu bayi siapa yang meninggal saat itu?" Tanyanya lebih kepada menuntut penjelasan, Jae Joong tersenyum, ia sudah yakin jika tuan Jung akan menanyakan perihal ini.
"Tidak ada yang meninggal paman, saat itu aku sengaja meminta dokter untuk membuat pernyataan tentang kematian bayiku."
"Kenapa Jae? Kau tau kan jika saya-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance
Rastgele"Siapa gadis kecil yang kau bawa appa?" "Namanya Jennie Ruby Jane Kim mulai sekarang dia tinggal bersama kita karena dia akan menjadi cucu appa." "Whaaat?!!." Kaget mereka . . . . . . . 》♡《Kesempatan tak terduga pada Jessica Jung yang membuatnya ha...
