C.25

1.4K 210 50
                                        

Typo
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading!!

"Nini nggak bawa bekal lagi ya?" Tanya gadis kecil berponi itu.

"Nggak Lili, tadi pagi Nini bangun terlambat terus aunty Sica juga nggak sempat masak. Jadi kita cuma sarapan sama roti aja." Jawab gadis berpipi mandu itu.

"Ya udah Nini jangan sedih, makan sama Lili aja ya, Lili hari ini bawa bekal banyak, kita makan sama-sama di kantin." Ucap Lisa semangat mengeluarkan kotak bekalnya.

"Tapi itu kan punya Lili, Nini kan bisa makan masakan kantin."

"Nggak apa-apa kok, ini banyak tau, pokoknya Nini makan bareng kita bertiga, Jichu sama Rosie kan juga bawa bekal, jadi kita bisa makan bersama. Oke."

"Kajja kita keluar, mereka pasti sudah nungguin didepan." Lisa berdiri dan menarik tangan Jennie keluar kelas, benar saja, dua gadis lainnya sudah menunggu mereka didepan kelas dengan senyuman yang menghiasi wajah keduanya.

Mereka berempat lalu ke kantin untuk menghabiskan bekal mereka sebelum waktu istirahat habis.

Jennie yang tak membawa bekal juga ikut makan bersama mereka bertiga, mereka saling berbagi makanan dan kadang menyuapi satu sama lain. Terlebih Lisa, karena ia yang paling muda jadi terkadang bersikap manja kepada mereka, apalagi dengan Jennie yang memang sekelas denganya.

Selesai makan mereka masih punya waktu sekitar lima belas menit untuk jam berikutnya, maka dari itu ke empat gadis kecil itu menghabiskan sisa waktu istirahat dengan bermain di taman sekolah, tepatnya di taman yang bersebelahan dengan gedung PAUD jadi sudah bisa dipastikan di taman itu ada beberapa permainan seperti ayunan, jungkat-jungkit hingga perosotan.

"Ayo dong Jichu naik kesini harus berani, masa nggak berani sih." Teriak Lisa dari ujung perosotan.

"Tidak Lili, kalian saja, aku tidak mau, itu mengerikan." Jisoo bergidik ngeri saat menatap perosotan yang ada di taman. Ia takut ketinggian meski perosotannya tak terlalu tinggi sih, pas lah untuk anak-anak.

"Ini tidak tinggi Jichu, aish Jichu penakut sekali." Ejek Lisa yang sudah bersiap sedari tadi di atas ujung perosotan itu.

"Yak Lili kau lama aku ingin meluncur sekarang." Kesal Rosé yang menunggu dibelakang Lisa.

"Sabar Rosie, ini juga- yak Rosie jangan di dorong." Lisa berteriak saat Rosé mencoba mendorongnya agar segera meluncur.

"Kau lama Lili, aku sudah menunggu sedari tadi." Ucapnya tak perduli dan terus mendorong Lisa.

"Yak mommy Lili jatuh." Teriak Lisa saat Rosé berhasil mendorongnya.

Lisa mendarat dengan pose aneh, ia terperungkup di rumput karena tak siap saat meluncur.

"Yah ahhaha Lili lucu, Lili nyungsep." Tawa ketiganya pecah, tak terkecuali Jennie. Setelah agak puas, Jennie yang memang sudah meluncur sedari tadi segera menghampiri Lisa dan menbantunya bangun.

"Ayo Lili, Nini bantuin bangun." Meski masih dengan tawa kecilnya Jennie membantu Lisa bangun, sedang Rosé tertawa terbahak-bahak diujung perosotan dan Jisoo yang sedang di ayunan juga sama memertawakannya.

"Mommy Rosie jahat dorong Lili sampe nyungsep hikss." Rengek Lisa

"Udah Lili jangan nangis, liat tuh teman-teman liatin tau." Jennie membujuknya, ia menepuk-nepuk pakaian Lisa untuk menyingkirkan rumput yang menempel.

ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang