Typo
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading!!
"Oppa aku tak salah dengarkan? Oppa apa kau sudah tak waras?"
"Maaf Seo, ini sudah keputusanku, aku ingin yang terbaik untuknya."
"Aku bisa merawatnya oppa, aku masih mampu, kenapa kau malah memberikan putrimu sendiri pada orang lain?" Ucapnya dengan nada kesal, terdengar helaan nafas dari sebrang telponnya.
"Seo, oppa mohon untuk kali ini oppa tidak bisa mendengarkan pendapatmu."
"Tapi oppa.."
"Aku sudah pernah cerita kan siapa tuan Jung? Dia adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku saat di Seoul dulu. Dia memberikan oppa pekerjaan yang membuat oppa bisa berkuliah dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendapatkan gelar sarjana hingga pekerjaan yang lebih baik."
"Sudah hampir tujuh tahun berlalu semenjak pertemuam terakhir kita saat itu, oppa tak menyangka akan bertemu lagi dengannya dan ia kembali menolong oppa meski kenyataannya hidup oppa memang tak akan lama lagi."
"Oppa jangan mengatakan itu." Seohyun tak suka mengingat tentang keadaan sebenarnya pria yang sedang menelponnya ini.
"Tapi ini kenyataan Seo, hidup oppa benar-benar sudah diambang kematian, selama ini oppa hanya punya kau, eommamu dan gadis kecil yang menjadi malaikat bagi kita terutama untuk hidupku yang kacau ini."
"Eommamu sudah meninggal setahun yang lalu, kau sudah menikah dan menemukan laki-laki baik yang mau menerima keadaanmu dan juga tentang keberadaan aku dan Ruby."
"Sekarang kami hanya tinggal berdua, dan aku tidak yakin bisa pergi dengan tenang meninggalkan putri kecilku seorang diri di dunia ini."
"Maka dari itu biar dia bersamaku oppa, dia anakku juga, kau jangan egois oppa. Jangan karena hak asuh dan tanggung jawabnya ada padamu, kau bisa menitipkannya pada sembarang orang."
"Dia bukan sembarang orang Seo, tolong mengertilah, tuan Jung orang yang baik, dia punya semua yang dibutuhkan Ruby, dia pasti akan membahagiakan Ruby kita." Terdengar nadanya memohon.
"Aku masih mampu oppa, dan juga Yong pasti menerima kehadiran Jennie, dia pasti juga akan senang jika Jennie tinggal bersama kami."
"Itu salah satu masalahnya Seo, oppa tak mau merepotkan suamimu lagi. Sudah cukup selama ini ia membantu membayar biaya kuliahmu, kadang juga membantu membayar biaya pengobatan eommamu jika uang oppa habis untuk pengobatan penyakit sialan ini, bahkan dia juga kadang memanjakan Ruby saat ia tau aku kehabisan uang dan belum mendapatkan gajiku."
"Percayalah Seo, tuan Jung orang baik, apa yang terjadi diantara kami di masalalu biarlah berlalu. Tuan Jung tak tau masalah ini karena oppa sendiri yang merahasiakannya, ia bisa menjadi kakek yang baik untuk Ruby."
"Tapi oppa aku juga ibunya meski peranku dalam menjaganya tak seperti kau yang selalu ada disampingnya karena aku lebih banyak tinggal di asrama kampus saat kuliah." Suaranya melemah.
"Bagaimana Disana? Apa pekerjaannya cocok untukmu?"
"Jangan coba mengalihkan pembicaraan oppa, jujur aku kecewa, sangat kecewa padamu oppa. Aku tau tuan Jung mungkin bisa bertanggungjawab dalam menjaganya. Tapi tetap saja dia putriku juga, kau tak memikirkan perasaanku oppa."
"Aku sebenarnya sedikit tak rela meninggalkan kalian hanya berdua disana karena biar bagaimanapun Jennie masih kecil dan butuh aku disampingnya. Tapi karena kau selalu meyakinkan aku, maka aku menerima pekerjaan ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance
Random"Siapa gadis kecil yang kau bawa appa?" "Namanya Jennie Ruby Jane Kim mulai sekarang dia tinggal bersama kita karena dia akan menjadi cucu appa." "Whaaat?!!." Kaget mereka . . . . . . . 》♡《Kesempatan tak terduga pada Jessica Jung yang membuatnya ha...
