C.59 '

2.2K 205 26
                                        

🍒 Typo Teros 🍒

][

][

][

Happy Reading!

Hari ini masih hari sabtu, sesuai janjinya pada putrinya, Jessica benar-benar mengajaknya pergi untuk menemui ketiga teman putrinya itu untuk bermain sekalian memberikan oleh-oleh mereka yang di beli sebelum pulang ke Korea.

Saat mendapat hadiah ketiganya sangat senang, Jessica membelikan mereka boneka atas permintaan Jennie dengan karakter yang Jennie sukai dan ia anggap cocok dengan ketiganya.

Ada juga alat untuk menggambar lengkap dengan bukunya, dan karena itu sekarang ke empatnya sudah bermain di taman belakang rumah Lisa di gazebo.

Bukan hanya anak-anak itu, Jessica juga sedang berkumpul dengan sahabatnya, dimana ada Taeyeon sebagai adik si pemilik rumah, dan juga Sunny serta mereka menunggu satu lagi sahabat mereka yang memang baru kembali ke Korea beberapa hari ini setelah beberapa tahun menetap di luar negeri karena pendidikan dan juga pekerjaannya.

"Yay gambar Lili selesai, yay Lili menang Jichu kalah." Gadis kecil dengan ciri khas poninya itu melompat senang saat ia sudah menyelesaikan gambarnya.

"Nini lihat gambar Lili bagus kan? Lili hebatkan?" Ia menunjukkan gambarnya pada si gadis kucing yang juga ikut tersenyum melihatnya.

"Bagus Lili, gambarnya cantik." Puji Jennie membuat Lisa langsung memeluknya karena senang. Senang sekalian modus ya Lis kkk.

"Meskipun Lili yang pertama tapi gambarku juga bagus kan?" Jisoo juga menunjukkan gambarnya.

"Gambar Jichu juga bagus, kan Rosie?" Rosé hanya mengangguk saja karena gadis itu tengah sibuk mengunyah makanan yang tersedia. Yo,, food is number 1 you know.

"Ih Rosie mah makan terus, nggak capek apa mulutnya ngunyah, terus perutnya juga nggak penuh-penuh."

"Kan makanannya banyak lari kepipinya Lili, kamu lihatkan pipinya seperti tupai karena dia suka makan dan seperti chipmunk, sama seperti Nini yang suka makan mandu jadi pipinya jadi kayak mandu."

"Jichu benar juga, tapi kenapa pipi kita tidak ya?" Lisa meletakkan jari telunjuknya di kening seakan memikirkan perkataannya.

"Tapi pipi Lili kan juga chubby apalagi kalau senyum, hanya Jichu yang Nini belum lihat pipinya besar. Kenapa ya?"

"Karena aku tidak rakus makan seperti kalian, aku hanya akan banyak makan jika itu chikin apalagi buatan eomma, heum nyam nyam enak." Jisoo memperagakan gerakan tangan dan mulutnya seakan ia sedang maka chikin kesukaannya.

"Rosie juga suka chikin, waah jadi pengen makan chikin, nanti minta eomma buatkan chikin ah." Sahut Rosé semangat saat membahas makanan.

Sementara itu tak jauh dari mereka, lebih tepatnya di teras dekat pintu belakang, tiga orang dewasa yang mengawasi mereka juga sedang mengobrol.

"Sica maaf ya jika sebelumnya kami mengatakan sesuatu yang tak enak padamu mengenai sikap kamu sama Jennie sebelum ini."

"Tak apa Tae, aku paham kalian hanya tak ingin aku menyakiti putriku sendiri kan? Aku juga tak mau, hanya saja saat itu aku benar-benar tak bisa mengendalikan perasaanku dengan baik." Jessica tersenyum pada sahabatnya itu.

"Tapi syukurlah sekarang kalian sudah bersatu, bagaimana rasanya Sica?" Tanya Sunny.

"Heum?"

"Bagaimana rasanya bisa mengurus putrimu sekarang?" Sunny memperjelas pertanyaannya.

ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang