Di ruang makan semua makanan sudah tertata rapi di meja,Dinar sampai merasa tidak enak hati karena bukan dia yang menyiapkan segalanya."Maaf aku bangun terlambat,seharusnya aku yang menyiapkan semua ini."Ucapnya malu.
"Mulai sekarang kamu tidak perlu mengerjakan pekerjaan ini,karena aku sudah membawa koki dan pelayan ke sini untuk mengerjakan semua."Ucapnya sambil mulai melahap makanan dari piring Dinar.
"Lho kok makan dari piring ku?"tanya Dinar heran melihat apa yang di lakukan suaminya.
"Karena aku juga belum makan,mereka hanya bertugas memasak sedang yang harus menyiapkan makananku hanya kamu.
"Kalau aku tidak mau,bagaimana?"
"Maka aku tidak akan makan!"
Dinar membiarkan Ganesa mengambil alih makanannya,sedang dia mengambil makanan dari piring lain.
"Aku tidak mengerti dengan sifat dan kebiasaan mu sekarang? banyak sekali perubahan yang terjadi,sampai aku mengira kamu adalah orang lain."
Mendengar ucapan Dinar membuat Ganesa mencondongkan tubuhnya ke arah istrinya."Aku bahkan belum melakukan perubahan apapun,yang dilakukan saat ini hanya hal yang seharusnya aku lakukan dari dulu."
"Maksud kamu?"Dinar semakin tidak mengerti arah ucapan Ganesa dan membuat jarak mereka sedikit menjauh.
Ganesa kembali ke posisi semula,wajahnya datar,tatapan matanya lurus nan lembut terus dia pancarkan pada wanita dihadapannya,dia bangun dari kursi dan melangkah mendekati Dinar.
"Sudah siang,nanti kita bicara lagi.Sekarang waktunya aku berangkat bekerja."Ucap Ganesa tepat di belakang Dinar.
Sebelum Dinar melanjutkan ucapannya,tiba-tiba tangan wanita itu di tarik oleh Ganesa dan sebuah cincin berlian sudah tersemat di sana.
"Selamat datang kembali di hidupku Nyonya Ganesa,jangan lupa tersenyum dan berdoa untuk keluarga baru kita."Bisik Ganesa dengan mencium singkat rambut Dinar.
Mendapat perlakuan demikian membuat Dinar termangu menatap ke arah jari manisnya."Apa yang sedang kamu rencanakan?"ucapnya sambil menoleh pada Ganesa yang masih ada tepat di belakangnya.
"Membuat istriku bahagia!"sahutnya ringan,lalu mengambil tas kerja yang berada tak jauh dari sana dan berlalu begitu saja.
Sebelum dia menghilang di balik pintu,langkahnya berhenti dan melirik pada Dinar yang masih diam di tempat."Minggu ini kita akan berkunjung ke kediaman Gunawan Prakasa dan tentunya di sana ada Tegar.Maka dari itu persiapkan dirimu dan jangan bersedih lagi karena permainannya baru akan di mulai."
Setelah mengucapkan itu Ganesa benar-benar menghilang di balik pintu.'Semakin aneh saja kelakuannya,apa yang di maksud dengan kata permainan tadi coba?sudah jelas aku tidak suka bermain-main.'Dinar merutuki keanehan suami dadakannya
"Jangan berpikir macam-macam tentang aku,karena jenis seperti ini hanya ada satu macam."Tiba-tiba Ganesa melongok kan kepala dan berbicara dengan senyum terbaiknya dari balik pintu.
Saking syok atas tingkah laku Ganesa membuat bibir Dinar terbuka sempurna dan dia tidak percaya Ganesa bisa tau atas apa yanga ada di pikirannya.
"Biasa saja ekspresinya dong,jangan sampai nganga begitu."Ucap Ganesa dengan mengedipkan sebelah matanya.Wajah Dinar sudah berubah merah dan langsung menutup rapat bibirnya.
Tidak tau apa yang harus di lakukan,Dinar memilih mengusap wajahnya yang terasa panas.
"Kali ini aku beneran
berangkat kerja ya."Ucap Ganesa yang suaranya setengah berteriak karena dia sudah menutup pintu.Dinar tau wajah dia dan Ganesa sama-sama merah karena kekonyolan tadi.
Namun tak berapa lama seulas senyum terlihat dari wajah Dinar,entah perasaan apa yang dia rasa namun pagi hari ini dia merasa sedikit ringan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semu
ChickLitBertahan dalam pelarian bukanlah hal mudah,apalagi harus membawa bayi yang baru seminggu dilahirkan. Suami yang seharusnya menjaga dan menyayangi hanya tinggal impian saja.Dinar wanita 27 tahun yang berparas ayu itu kini telah menjelma menjadi wanit...
