Ganesa mengusap kepala Dinar dan membawanya dalam pelukan."Mari kita tidur lagi dan jangan memikirkan sesuatu bisa membuat hatimu jadi risau."Pria itu menarik lembut tubuh Dinar dan wanita itu menepis semua pertanyaan yang mau dia ucapkan tentang mengapa mereka bisa tidur akur di tempat yang sama dan langsung dekat seperti saat ini.
kehidupan rumah tangga mereka berjalan baik dan tentram.Sebelum Dinar menanyakan tentang pendidikan anaknya,ternyata Ganesa telah mempersiapkan segala kebutuhan anak sambungnya itu.
Suatu pagi Dinar pernah meminta ijin untuk meminjam salah satu mobil Ganesa untuk mengajak Tegar jalan-jalan,dengan ringan pria itu menegaskan apa yang menjadi miliknya berarti milik mereka juga.Jadi apa yang Dinar mau berarti akan menjadi miliknya termasuk dirinya sendiri.
Gunawan Prakasa dan istrinya secara terang-terangan melaporkan pasangan baru itu kepada polisi.
Ganesa tidak terkejut dengan kejadian itu,sebelum mereka melapor Ganesa bahkan sudah menyiapkan serangan balik yang tentunya dia sudah susun dengan rapi.
Setiap panggilan dari kepolisian yang ditujukan pada Dinar,Ganesa dan timnya selalu datang mendampingi."Aku takut nanti saat ketuk palu,mereka akan menang mendapatkan hak asuh Tegar."Bisik Dinar sendu ketika Ganesa mengantarnya pulang.
"Aku sudah katakan,jangan memikirkan sesuatu yang akan membuat hatimu risau.Ikuti saja peraturan nya dan aku akan membantu bila ada kejanggalan dalam kasus ini."Ucap Ganesa sambil mengusap punggung Dinar lalu mengecup lembut keningnya."Aku kembali ke kantor dulu dan cepat masuk karena Tegar sudah lama menunggu."
Dinar tidak membantah,dia segera turun dari mobil dan meninggalkan Ganesa yang tengah menatapnya."Hati-hati di jalan dan cepat kembali karena aku akan memasak sesuatu untukmu."Ganesa mengangguk dan segera melajukan kendaraannya.
Dinar melangkah masuk dan di depan pintu ternyata Tegar sudah menunggu dan tersenyum senang menyambut kedatangannya."Paman tidak pulang Mih?"
"Ada banyak pekerjaan yang tidak bisa di wakilkan,jadi beliau harus menangani sendiri."Tegar mengerti dan mengandeng Ibunya masuk ke dalam.
Yuni yang baru saja tiba,segera memberikan berkas-berkas yang harus dipelajari oleh Dinar.Dan ternyata dia bisa sedikit tenang tentang kemungkinan bahwa dia bisa memenangkan hak asuh nya.
Kalau saja dia belum menikah dengan Ganesa,mungkin dia akan kesulitan untuk mendapatkan hak asuhnya karena secara finansial dia di anggap tidak mampu memenuhi kebutuhan anaknya,walau pun si anak memilih tinggal dengannya tapi itu tidak cukup kuat untuk dijadikan alasan di pengadilan.
Ternyata dia mulai paham maksud Ganesa mendadak mengajak menikah waktu itu.Yuni juga menyarankan agar Dinar bisa tenang dan sabar menjalani semua prosesnya.
Ternyata kemungkinan Dinar memenangkan kasus ini pun di ketahui oleh Gunawan,semua tim pengacara yang bekerja pada Gunawan bahkan mengatakan tentang poin yang membuat kecilnya kemungkinan memenangkan kasus itu.
Gunawan menyandarkan bahunya pada kursi besar di ruang kerja.Pikirannya mengingat kembali wanita yang dulu selalu diam dan penurut kini harus menjadi lawannya di pengadilan dan memperebutkan hak asuh anak yang sangat dia dambakan kehadirannya sejak dulu.
Gunawan mencubit kedua alisnya,nampak terlihat wajah suram ketika dia mendapatkan semua rencananya harus gahal.Pada awalnya dia menyetujui untuk menceraikan Dinar hanya untuk menyenangkan Desi dan setelah semua nya reda,dia secara diam-diam akan rujuk dan merawat wanita yang sudah bisa mewujudkan cita-citanya.
Namun semua rencananya berantakan setelah mengetahui Dinar kabur membawa anaknya tepat setelah Desi memberikan surat cerai.
Segala usaha telah dia tempuh untuk bisa menemukan mereka,tapi hasilnya selalu nihil.Hingga suatu hari setelah sepuluh tahun penantiannya dia menemukan kembali anak dan wanita yang tanpa dia sadari telah berhasil merampas hatinya itupun sudah menjadi milik orang lain.Bahkan keterkejutan tidak bisa di hindari bahwa suami Dinar adalah partner kerja sekaligus orang yang telah banyak membantunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semu
Literatura FemininaBertahan dalam pelarian bukanlah hal mudah,apalagi harus membawa bayi yang baru seminggu dilahirkan. Suami yang seharusnya menjaga dan menyayangi hanya tinggal impian saja.Dinar wanita 27 tahun yang berparas ayu itu kini telah menjelma menjadi wanit...
