BAB 44 - Mine

1.8K 308 54
                                        

Hai readers
Welcome to part 44✨
Ternyata udah sejauh ini ya

Don't forget to vote please!
Vote and comment 🤍

Jangan lupa bahagia ❤️
Love you all!

Maka, kisah ini terus berlanjut.

Happy Reading ❤️
Happy Birthday ❤️
Have a nice day ❤️

ENJOY YOUR LIFE
BOOM!!!
.
.
.

Alka menahan tubuhnya yang nyaris bergetar hebat karena tatapan sang Bunda yang terlihat tajam seakan membunuh Alka detik ini juga.

"Tan—"

"MAURAAA!!!" teriak Bunda membuat Maura yang berada di samping Alka terkejut.

"Bunda dengerin penjelasan Bang Alka dulu!" jawab Maura langsung.

"Ada apa sih rame-rame?" tanya Ayah dan di belakangnya ada sosok Bara yang melipatkan kedua tangannya di depan dada.

"Maura sama Alka, Yah!" jawab Bunda sinis

"Om saya bisa jelasin" ucap Alka panik

"Emang mereka berdua ngapain?" tanya Bara sambil bersandar di dinding, Maura tersenyum seolah melihat malaikat penyelamatnya datang.

I love you, Abang. Batin Maura

"Kok diem aja, Bun? Mereka berdua ngapain? Bara penasaran nih" tanya Bara lagi

"Iya, mereka berdua ngapain Bun?" timpal Ayah

"Mereka itu—"

Ucapan Bunda tergantung, namun matanya menatap tajam kearah Alka dan Maura yang saling menggenggam erat tangannya.

"Lo ngapain, Al?!" tanya Bara to the point dan Alka langsung gugup seketika.

"Maura, lo ngapain?" tanya Bara berganti mengajukan pertanyaan pada Maura, karena Alka juga terdiam.

"Ayah ini kenapa pada diem aja sih?" tanya Bara

"Gue—"

Maura menyenggol lengan Alka hingga Alka menahan ucapannya, lalu menatap Maura sambil menaikkan satu alisnya.

"Iya lo ngapain?" tanya Bara semakin memojokkan Alka.

"Ada apa?" tanya Ayah

"Gak ada apa-apa, iyakan Bunda?!" ujar Maura dengan senyum gugupnya

"Tadi kamu ngapain?" tanya Bunda tajam

"Alka yang salah sih" ucap Alka

"Kelamaan lo, Al. Lo ngapain?!" tanya Bara lagi

"Mau kiss adek lo" jawab Alka dan Bara langsung tertawa terbahak-bahak sedangkan Maura memejamkan matanya menahan malu.

Ayah geleng-geleng. "Jangan di luar ya lain kali."

"Ayah kok dukung sih?!" pekik Bunda lalu Ayah tersenyum

"Wajar kali, Bun. Namanya juga suami istri" timpal Bara

"Maaf Tante" ucap Alka

"Bunda belum tau aja, curut tuh udah gede" ledek Bara membuat Maura menajamkan tatapannya.

"Bang..." lirih Alka seraya memohon agar Bara tetap diam.

"Udah sekarang gak usah ribut! Masih pagi, dan Alka lain kali jangan di ulangi ya. Kalo mau romantisan di kamar" tegur Ayah

MAKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang