Hollaaaa
Welcome to part 77✨
YUHUUU
Apa kabar?
Udah siapkan hati?
Semoga kalian selalu bahagia ya
Don't forget to vote, please!
Vote and comment 💖
Maka, kisah ini terus berlanjut.
Happy Reading ❤️
Happy Birthday ❤️
Have a nice day ❤️
ENJOY YOUR LIFE
BOOM!!!
.
.
.
Hari berlalu dengan cepat tanpa terasa, usia kandungan Maura kini menginjak usia 4 bulan dan kondisi janinnya jauh lebih sehat dari sebelumnya. Meski baru 4 bulan yang terlewati, namun efeknya sudah sangat Alka rasakan sampai membuat dirinya terkadang ingin menangis. Dimulai dari muntah gaib yang menjadi alarm agar Alka selalu siaga kapan pun meskipun tengah tertidur atau pun menahan kantuk berat. Lalu mood Maura yang tak stabil membuat Alka jauh lebih waspada karena beberapa kali perempuan itu menangis begitu saja tanpa alasan. Dan keluhan Maura yang terus merengek lelah meskipun posisinya ia baru saja terbangun dari tidur pulasnya. Seringkali Alka ingin menyerah karena terlalu lelah dan tertekan, namun sebisa mungkin ia berusaha untuk kuat agar tak mempengaruhi keadaan Maura.
"Gue capek..." keluh Alka pelan sambil memejamkan matanya rapat seraya menyandarkan kepalanya di sofa.
Demi anak lo, Al. Lo harus kuat dan bertahan.
Suara kecil dari dalam hatinya menyadarkan Alka bahwa sekarang ia bukan hanya sekedar seorang suami melainkan akan segera menjadi seorang Papa. Alka mengusap wajahnya perlahan lalu bola matanya bergerak menatap kearah balkon melihat Maura yang tengah duduk berjemur dibawah sinar matahari pagi yang hangat sembari mengusap-usap perutnya yang sudah mulai membesar. Dibalik semua hal yang Alka lalui ada satu hal yang belum ia rasakan dan selalu ia nantikan setiap harinya, yakni momen ngidam. Terkadang Alka merasa bersyukur karena calon anaknya seolah mengerti keadaan yang tak ingin membuat Papanya kesulitan, namun disatu sisi Alka ingin sekali seperti Papa pada umumnya yang berusaha mengabulkan apa pun permintaan calon anaknya.
"Sayang gak tidur?"
Alka menoleh saat mendengar suara Maura lalu ia segera beranjak dari duduknya dan membantu sang istri berjalan. "Pelan-pelan," titah Alka lembut.
"Kenapa belum tidur, Bang? Lo kan gak tidur semaleman" ucap Maura.
Alka masih diam sambil membantu Maura duduk bersandar di sofa panjang agar sang istri bisa meluruskan kakinya. "Tidur sekarang, Bang! Gue takut lo jadi zombie," lanjut Maura.
"Mana ada zombie seganteng gue, Ra" balas Alka tak terima.
"Lo bisa tidur sekarang, Bang! Gue udah gak mu-"
"Sssttt!" potong Alka menyuruh Maura untuk diam.
"Ada yang pegel gak sayang?" tanya Alka lembut.
"Pinggang" jawab Maura.
Tanpa mengatakan apa pun lagi tangan Alka langsung bergerak memijat lembut pinggang Maura dan sesekali mengusapnya untuk mengurangi rasa pegal yang tengah Maura rasakan. "Makin kesini lo makin suamiable ya, Bang," ledek Maura.
"Kapan gue gak suamiable?" sombong Alka membuat Maura terkekeh geli.
"Bang..."
"Kenapa sayang?" sahut Alka lembut.
"Perut gue udah mulai berasa berat banget, apalagi kalo dibawa jalan rasanya pinggang gue mau copot" keluh Maura sambil mengusap-usap perutnya.
"Semua perempuan yang lagi hamil itu hebat, Ra. Lo salah satunya" balas Alka.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAKA
RomanceAlzillya Maura Pranita, Gadis labil yang kini berstatus sebagai mahasiswa Manajemen di salah satu Universitas terbaik. Selain memiliki paras cantik, Maura juga di kenal sebagai mahasiswa dengan peraih nilai terbaik dan tertinggi di angkatannya. Maur...
