★ D.A - 11 ☆

18.2K 2.1K 281
                                        

Tiga hari sudah terlewati saat mereka menginap di rumah Delon. dan Zirco sebagai kepala keluarga ikut menginap di saat hari kedua, dan hari terakhir Lawrence juga ikut menginap di sana. tidak banyak yang mereka lakukan, siang hari bermain futsal di lapangan yang ada di ujung komplek perumahan, dan malamnya selalu ditutup dengan acara bakar-bakar.

Kini, Delon yang baru bangun melangkah turun dari lantai tiga menuju lantai satu. dan Kara sudah tidak ada di sampingnya, remaja itu pasti sudah bangun sejak pagi.

"Kara di mana, bang?" tanya Delon begitu melihat kehadiran Gala di ruang keluarga.

Gala yang tengah menyusun Lego menoleh. "Sarapan dulu, Delon. Kak Ar minta abang buat pastiin kamu sarapan!"

"Ini lagi sarapan!" balas Delon dengan menunjukkan roti bakar yang dia ambil dari ruang makan, tadi. tangan kirinya juga memegang segelas susu.

"Awas loh magh kamu kambuh! kenapa nggak makan nasi sih, Del?"

Delon hanya menggeleng. "Kara kemana, bang?" tanyanya lagi saat pertanyaannya tadi belum terjawab.

Tawa Gala tiba-tiba terdengar keras. Delon yang tengah meminum susu tersedak begitu saja, "Bang!"

Barulah Gala menghentikan tawanya, meskipun masih terdengar pelan. "Kamu ngomong apa ke Kara, Del?"

Delon yang masih mengunyah menggeleng. dia tidak mengatakan hal aneh kepada Kara, semalam. hanya bercerita seperti biasanya.

Tawa pelan Gala kembali terdengar. "Katanya kamu mau Kara berubah jadi Hulk!"

Delon langsung terbatuk begitu mendengar perkataan Gala. "Kara ngomong apa, bang?" tanyanya penasaran setelah tawanya mereda.

"Pagi tadi Kara cerita kalau kamu mau dia berubah jadi Hulk!" Gala menghentikan ucapannya saat tawanya kembali terdengar. "Makanya pagi-pagi bangeett dia ajak Kak Neo lari keliling mansion!"

Kali ini Delon ikut tertawa. dia sudah sangat tahu adik bungsu Ayahnya itu tidak akan mau membuang tenaga hanya untuk olahraga. bahkan, Kara juga tidak mau turun dari lantai tiga menggunakan tangga. "Terus, sekarang Kara di mana, bang?" tanyanya setelah tawanya reda.

"Lagi nge-gym sama Kak Neo!"

Delon kembali terbatuk, kali ini lebih hebat dari sebelumnya. ini benar-benar di luar dugaannya. "Bang, lo serius?"

Gala mengangguk. sejak tadi dia masih terus tertawa, mengingat tadi pagi Kara bertanya tentang siapa itu Hulk kepada dia dan Neo. lalu, adik bungsunya itu mengajak Kakak ketiganya untuk melatihnya berolahraga.

Delon lantas berdiri setelah menghabiskan segelas susu. "Gue mau liat Kara, bang!" pintanya yang dibalas anggukan setuju oleh Gala.

"Abang ikut, Del!"

♡♡

"Kar!"

Kara yang duduk istirahat di samping Neo menoleh begitu mendengar panggilan Delon. "Kenapa kamu di sini, Delon?" tanyanya seraya berdiri.

Kepala Delon menggeleng takjub, dia tatap Kara dari atas sampai bawah, kali ini remaja itu tidak terlihat seperti anak lugu. karena, remaja itu berolahraga dengan bertelanjang dada, tubuhnya kurus, tidak se-tegap keempat Kakaknya. dengan rambut hitam yang juga berantakan, remaja itu terlihat tidak beda jauh dengan dirinya. "Widih, siapa nih.. siapa nih?! anteng bangeett! utuuutututu.." celotehnya kemudian tertawa setelah mencubit pipi kanan Kara.

Kara juga ikut tertawa  begitu mendengar celotehan bernada Delon.

"Kamu ngapain di sini, Delon?"

Different, D.A || Selesai ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang