Jika suasana di arena balapan ricuh karena dikepung belasan mobil hitam. maka di Mansion tidak jauh berbeda, suasana tegang tercipta, terlebih setelah pukulan telak dilayangkan oleh Sharlock kepada Argon, bukan sekali, melainkan dua kali. kiri kanan secara bergantian, hingga sekarang kedua pipi Ayah angkat Delon itu terlihat memar.
Sharing, Arsen, Neo, juga Gala tidak berkutik melihat tatapan marah Sharlock. alasan kemarahan sepupu mereka itu didasari karena masalah yang terjadi di Bandara, Kara sudah mengatakan jika keempat Kakaknya akan menerima akibat karena membuat Delon menangis. jadi, bukan hanya pipi Argon saja yang memar, melainkan ketiga adiknya itu juga.
"Kak!" Argon mendesis saat kedua pipinya terasa kebas. rasa panas menjalar seketika sampai telinga. "Kak, kenapa?!"
Sharlock dengan santai mengedikkan bahu. mendudukkan diri di atas meja dengan kaki kiri menindih kaki kanan, terlihat sangat angkuh dengan tatapan yang juga melirik tajam kepada Argon, beralih ke Arsen, Neo, lalu Gala. "Titipan Kara," ujarnya seraya melonggarkan dasi yang masih terpasang. "Turun seratus kali!"
"Kak!"
Jika Argon melayangkan protes. maka berbeda dengan Arsen, Neo, dan Gala yang langsung turun untuk melakukan push up. Sharing yang melihat kelakuan ketiga pemuda yang berstatus sepupunya itu hanya menggeleng seraya menahan tawa.
"Turun, Archy. hanya seratus kali!" seru Sharlock yang kembali memberi perintah. dan kini, dia sudah berdiri berhadapan langsung dengan Argon. "Anggap saja ini ucapan atas kembalinya Delon!"
Argon bergeming, tatapannya hanya melirik sekilas ke arah ketiga adiknya yang masih melakukan push up. decakannya terdengar pelan, pukul 12.00. padahal, dia berniat mengurus dokumen hak asuh putranya yang baru sebelum mencari identitas mengenai putranya itu.
"Turun, Archy!"
Argon menghela napas panjang dengan telapak tangan yang terkepal. kepalanya lantas mengangguk kecil sebelum bersiap untuk melakukan push up.
Arsen yang lebih dulu selesai, berdiri seraya merenggangkan tubuhnya yang terasa amat pegal. gerakan tangannya yang akan meraih segelas air terhenti begitu ponsel yang dia letakkan di atas meja bergetar, ada nama Rainer tertera di layar. melirik ke arah Kakak sulungnya yang masih melakukan push up, tangannya lantas bergerak menggeser icon hijau. "Ya, Rain?" sambutnya begitu panggilan sudah tersambung.
"---DELON?!" teriaknya secara spontan begitu Rainer menyinggung nama Delon yang saat ini tengah berada di arena balapan. padahal, anak angkat Kakak sulungnya itu saat ini sedang berada di alam mimpi. sadar teriakkannya tadi menimbulkan raut kebingungan dari lima pasang mata yang tengah berada di ruang tengah ini, Arsen lantas berujar. "---DELON, Ka----kak---"
Belum usai kalimat yang ingin Arsen ucapkan, Argon sudah bangkit dan berlari menuju lantai tiga. dia bahkan melupakan jika adanya lift. karena, kakinya dengan terburu-buru berlari menuju tangga.
Sharlock, Sharing, Arsen, Neo, juga Gala tidak tinggal diam. kelima pemuda itu berlari tergesa-gesa untuk menyusul.
"Fucking shit!"
Umpatan Argon terdengar begitu kelima pemuda itu masuk ke dalam kamar. kosong, di atas tempat tidur tidak ada siapapun. melangkah ke arah balkon yang pintunya terbuka lebar, mereka semua bisa melihat adanya selimut yang diikat memanjang masih terikat di pembatas balkon.
Arsen yang berdiri di belakang menelan ludah, raut marah Kakak sulungnya terlihat sangat jelas sekarang. dan, di sini hanya dia yang mengetahui di mana keberadaan anak angkat Kakak sulungnya itu. "Ka----kak.. Delon ada di arena balap---" ujarnya memberitahu. "Di sana sudah ada Rainer yang menangani!"
"Fuck!"
Lagi, umpatan Argon terdengar. kedua netra hitamnya kian gelap terlihat dengan telapak tangan yang terkepal kuat. kedua alisnya menukik tajam, perasaan marah mendominasi hingga degub jantungnya terasa sangat meledak-ledak. didominasi juga oleh emosinya yang menggebu-gebu. kini, napasnya terdengar saat memburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
Fiksi UmumIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
