★ D.A - S3 - 29 ☆

14.4K 1.5K 338
                                        

"Delon---" Zirco memekik tertahan begitu melihat, serta mendapat perlakuan seperti ini dari Delon. Remaja yang berstatus sebagai anak angkat putra sulungnya itu kini bersujud di tengah-tengah antara kedua kakinya yang berpijak.

Sudah jelas sekali jika bukan hanya Zirco yang terkejut. Baik Sharlock, Sharing, Argon, Arsen, beserta Neo sama saja. Kelima pemuda itu bahkan berdiri kaku dengan kepala tertunduk. Bukan untuk melihat Delon, melainkan untuk menatap lantai yang seolah terlihat lebih ramah, dan tidak berpotensi menyakiti. Namun sialnya, telinga mereka justru masih bisa mendengar dengan jelas segala racauan Delon yang masih terus menyalahkan diri sendiri.

Bukan hanya Sharlock yang bingung dengan situasi yang dia hadapi ini. Melainkan Sharing juga, meski begitu. Keduanya ikut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh ketiga sepupunya itu.

"Bangun, Delon, jangan seperti ini!" tegur Zirco yang kini menunduk. Rautnya bahkan tidak menunjukkan ekspresi apapun, meski urat lehernya terlihat menonjol, begitu juga dengan kepalan kedua telapak tangannya yang semakin menguat.

Kepala Argon sontak mendongak.  Kecewa, kesal, marah, sampai berniat untuk membunuh Delon, tidak terlihat di raut wajah sosok Ayahnya itu. Dibandingkan dengan apa yang sudah terjadi sekarang, perbuatannya dulu yang-tanpa-segaja-membuat Kara melakukan hal nekat, tidak sebanding. Itu bahkan jauh lebih parah. Meski untuk kejadian saat ini dia belum mengetahui dengan jelas apa penyebab adik bungsunya dibawa ke rumah sakit.

"I--ini.. ini semua gara-gara a---aku.. aku memang pembawa ma-masalah!Ma--maaf.. Maaf, maaf!" 

Kedua tangan Argon yang berada di sisi tubuh terkepal kuat. Degub jantungnya menggila dengan detakkannya yang terdengar amat ribut. Emosinya benar-benar menggelegak, hingga darah yang berada di kepala terasa seolah mendidih. Kilatan amarah juga terlihat dikedua netranya yang kini menatap tajam Delon dengan kepala tertunduk. "BANGUN!"

"AR!"

"KAK!"

"ARCHY!"

Teriakan bersahut-sahutan yang terdengar tidak sekalipun membuat langkah sepasang kaki itu terhenti. Zirco, Sharlock, Sharing, Arsen, juga Neo kembali dibuat terkejut saat Argon berteriak sembari membangunkan Delon secara paksa, tadi.

Delon bahkan tidak sempat bereaksi begitu tubuhnya dibangunkan secara paksa, hingga digendong. Teriakan penolakan, serta pukulan sebagai bentuk pemberontakan yang dia berikan seolah tidak menimbulkan efek apapun. Terbukti dari langkah lebar Ayahnya yang masih tetap bergerak untuk menjauh. Racauan tidak jelasnya juga masih turut terdengar. "Aku bukan siapa-siapa.. a---aku.. aku nggak pantes di keluarga ka-kalian!"

"A---aku pembawa masalah---"

"Aku---aku benar-benar pembawa sial--"

"Ka--kara.. dia--"

"DIAM!"

Tubuh Delon yang sempat berjengkit karena terkejut. Kini berangsur-angsur kembali stabil. Maka dari itu, dia yang pada dasarnya tidak bisa menurut. Justru kembali meracau. Bahkan kini, suaranya tidak sepelan tadi. Melainkan terdengar amat keras.

"NG--NGGAK! APA? GUE EMANG PEMBAWA MASALAH DI KELUARGA KALIAN!"

"Harusnya gue nggak lahir, harusnya gue sadar diri kalau kenyataannya emang gue pembawa sial!"

".. Ha--harusnya gue nggak berada di tengah-tengah kalian---"

Racauan Delon senyap begitu mulutnya dipaksa bungkam se-usai pipinya mendapat tamparan. Detik sebelum itu terjadi, pintu rooftop sudah lebih dulu dibuka dengan penuh emosi oleh Ayah angkatnya itu, baru kemudian tubuhnya diturunkan, hingga berakhir terduduk lemah begitu mendapat tamparan yang langsung mengundang hawa panas di bagian pipi kiri. "A---Ayaaah.."

Different, D.A || Selesai ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang